Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Grup Qasidah Ponpes Ittihadul Bayan Siap Wakili Sekotong Pada LASQI 2022.

September 09, 2022 | Jumat, September 09, 2022 WIB Last Updated 2022-09-09T08:30:22Z

Lomba Audisi Seleksi Qasidah 2022 Tingkat Kabupaten Lombok Barat.

Grup Qasidah Ponpes Ittihadul Bayan Telaga Lebur Sekotong Tengah Lombok Barat.

kimsekotong.com,-Grup Qasidah Pondok Pesantren Ittihadul Bayan (ITB) Dusun Telaga Lebur Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong,siap berpartisipasi pada Lomba Audisi Seleksi Qasidah Indonesia(LASQI) tingkat Kabupaten Lombok Barat tahun 2022.

Grup rebana qasidah yang masih mengusung konsep musik kasidah klasik ini,ditunjuk oleh Pemerintah Kecamatan Sekotong guna mewakili kecamatan.

"Betul,tim Rebana Qasidah Ponpes Ittihadul Bayan kami minta untuk tampil mewakili Kecamatan Sekotong pada LASQI 2022 tingkat Kabupaten Lombok Barat,"ucap Camat Sekotong,Lalu Pardita Utama,SE,ketika dikonfirmasi di kantornya,Jum'at (9/9/2022).

Dikatakan Camat Sekotong,meskipun LASQI untuk pertamakali diikuti oleh grup qasidah yang ada di wilayahnya,namun dirinya menyatakan akan selalu siap untuk berpartisipasi kapan saja jika diminta.

"Kami selalu siap tampil,karena Kecamatan Sekotong punya banyak pondok pesantren yang mengembangkan seni musik islami seperti grup qasidah dan grup marawis,"jelas Lalu Pardita.
Camat Sekotong Lalu Pardita Utama,SE.
Lebih jauh kata Camat Sekotong,bahwa bentuk dukungan masyarakat terhadap keberadaan grup qasidah ataupun marawis sangat sangat baik.Hal tersebut dibuktikan dengan seringnya grup musik qasidah ataupun grup marawis diundang pada berbagai kegiatan keagamaan di Sekotong.

"Perlu dibina dan dikembangkan keberadaan grup qasidah dan marawis yang ada di Kecamatan Sekotong sebagai salah satu bentuk inovasi kita bersama,"ujarnya.

Senada dengan Camat Sekotong,Ketua Yayasan Ponpes Ittihadul Bayan Dusun Telaga Lebur Desa Sekotong Tengah,Tgh.Hamdi,S.Pdi menjelaskan, bahwa seni musik qasidah di Ponpes Ittihadul Bayan merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler sejak tahun 2017.Grup rebana qasidah Ittihadul Bayan masih terus eksis hingga saat ini karena selalu dilakukan regenerasi.

"Grup qasidah Ittihadul Bayan ini dibentuk sejak tahun 2017 ,dan dibina oleh para guru yang ada disini sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler.Selain qasidah untuk santri putri,kami juga mengembangkan seni musik marawis untuk santri putra.Dan alhamdulillah,hingga saat ini grup qasidah Ittihadul Bayan masih aktif karena adanya regenerasi personil.
Tgh.Hamdi,S.Pdi pimpinan ponpes ittihadul bayan
Dimana santri yang tamat mondok digantikan oleh santri baru,"jelas ketua yayasan yang juga merupakan anggota DPRD Lobar Dapil Sekotong-Lembar ini.

Menurut Tgh.Hamdi,musik qasidah dan marawis sangat diminati oleh warga masyarakat sekotong.Warga kerap mengundang grup qasidah pada acara pernikahan,khitanan,pengajian majlis ta'lim atau pun acara santunan anak yatim serta perayaan hari hari besar islam.

"Kami sering menghadiri undangan dalam berbagai acara keagaam di hampir semua desa yang ada di Kecamatan Sekotong,"kata Tgh.Hamdi.

"Rencana kami kedepan akan menyiapkan organ tunggal sebagai pengiring qasidah dengan tetap mempertahankan jenis alat musik qasidah yang klasik,"ujarnya.

Sementara itu,salah seorang guru pembina grup qasidah Ponpes Ittihadul Bayan,Ustaz Muhadi,S.Pd turut menjelaskan,bahwa grup qaisah Ittihadul Bayan terdiri dari 20 personil,dan telah memiliki beberapa lirik lagu ciptaan sendiri.

"Grup Rebana Qasidah Ittihadul Bayan memiliki 20 personil yang terdiri dari 1 pemain rampel,1 pemain bas,vokalis 5 orang,backing vokal 6 orang dan sisanya pemain rebana qasidah.Untuk lagu yang dibawakan adalah lagu lagu lagu islami populer dan beberapa lagu karangan sendiri. Untuk nada lagu kami gunakan nada lagu islami populer,namun dengan syair lagu kami buat sendiri agar lebih mengena,"jelas Muhadi ketika ditemui saat melakukan latihan persiapan mengikuti LASQI tingkat Kabupaten Lombok Barat tahun 2022.

Terkait lagu yang diciptakan olehnya dan pengurus pondok,Muhadi menyebutkan syairnya lebih banyak menggambarkan kehidupan sehari hari para santri di pondok pesantren.

Misalnya,lagu yang menggambarkan tentang latar belakang para santri Ponpes Ittihadul Bayan yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Sekotong,serta keadaan ekonomi kelurga yang beragam,terciptalah lagu"Kelampan Irup"( perjalanan kehidupan:sasak).

Sedangkan bagaimana kehidupan pondok mengajarkan tentang kesetaraan yang tidak membedakan miskin atau kaya dalam menuntut ilmu,di ciptakanlah lagu berjudul"Beriuk Ngaji".

Dan bagaimana suasana Pondok Pesantren Ittihadul Bayan tercermin pada lirik lagu berjudul "Ittihadul Bayan"."Insya allah kami akan terus mengembangkan seni musik qasidah klalisik ini sebagai salah satu cara untuk melestarikannya agar bisa diikuti oleh generasi yang akan datang",pungkas Muhadi.(sid).

×
Berita Terbaru Update