Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Makna Memandikan Keris Pusaka Setiap Bulan Muharram Di Pulau Lombok.

Agustus 08, 2022 | Senin, Agustus 08, 2022 WIB Last Updated 2022-08-08T15:24:36Z

Kimsekotong.com,-Ritual atau tradisi memandikan keris pusaka merupakan ritual yang hampir setiap tahun dilakukan oleh para pemilik keris pusaka di Pulau Lombok NTB.Ritual "Mandiq Keris Pusake" ini  biasanya dilakukan di awal bulan Muharram dalam kalender Hijriyah atau tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa.

Menurut salah seorang tokoh budaya Lombok H.L.Sajim Sastrawan atau yang akrab dipanggil Mamiq Sajim bahwa pada zaman dahulu keris sangat identik dengan senjata yang digunakan untuk berperang.Tetapi kini,keris banyak mengandung nilai-nilai sosial dan budaya yang tinggi.

"Ritual memandikan keris ini sesungguhnya dimaksudkan untuk memelihara nyawa,memelihara jiwa, dalam konteks agama islam itu adalah silaturrahmi,"jelas Lalu Sajim saat ditemui pada malam ritual Mandiq Keris Pusake di tempat kediamannya Lingkungan Gerung Perigi Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat,Sabtu (6/8/2022).

Makna lainnya dari ritual Mandiq Keris Pusaka ini,juga sebagai wujud kecintaan terhadap kebudayaan yang telah diturunkan oleh orang terdahulu,serta memastikan nilai-nilai sosial budaya masih melekat pada diri masyarakat.

"Keris-keris ini kan barang bagus. untuk memeliharanya itu jangan hanya disimpan dalam sarungnya saja.Perlu kita buka paling tidak setahun sekali untuk memastikannya masih utuh,dan kalau ada kotoran maka perlu dibersihkan,"ujarnya.

Dari ritual ini juga,keris-keris dari seluruh Lombok kemudian diinventarisir,dan lebih mudah untuk melacak keberadaannya di waktu mendatang."Kita catat satu per satu, namanya dan asalnya.Jadi tahun depan bisa kita cek lagi mana yang tidak ada, dan lebih mudah kita mengetahui keberadaan keris-keris ini,"jelas Miq Sajim.

Adapun tata cara yang dilakukan pada ritual memandikan keris pusaka ini yaitu para pemilik keris dari seluruh penjuru Lombok datang ke tempat yang sudah ditentukan.Para pemilik keris ini datang dengan membawa keris masing-masing.Kemudian pemilik keris menunggu giliran satu per satu keris mereka dimandikan oleh tokoh adat yang sudah terpilih.

Ritual memandikan keris juga diiringi oleh pembacaan lontar atau paos yaitu bacaan yang tertulis pada daun lontar yang berisi tulisan sansekerta yang mengandung nilai-nilai moral yang tinggi.

"Biasanya dimandikan dengan air yang telah dicampur tujuh jenis bunga setaman.Setidaknya harus ada tiga jenis bunga yaitu bunga cempake, sandat dan mawar. Itu tidak boleh tidak ada dalam prosesi ini, karena mencari tujuh jenis itu sangat sulit,"jelas salah satu tokoh berpengaruh di NTB ini.

Pada awalnya ritual memandikan keris pusaka ini di Lombok Barat hanya dalam skala kecil.Namun seiring waktu, antusias pecinta budaya terutama pecinta keris semakin tinggi, dan sampai saat ini dalam sekali ritual bisa terkumpul ratusan keris untuk dimandikan.

Banyaknya para pemilik keris pusaka yang mengikuti Ritual Mandik Pusake yang datang dari seluruh pulau Lombok,membuat Lalu Sajim sangat berharap agar prosesi ini kedepannya bisa dijadikan event yang dapat disaksikan setiap orang.

×
Berita Terbaru Update