Penyakit Mulut Dan Kuku Ditemukan Di Sekotong Tengah,Kenali Gejala,Cara Penularan Dan Pencegahannya Berikut Ini.

Kadis Pertanian Lombok Barat Minta Para Peternak Jangan Panik.

KIM,-Para peternak sapi di Dusun Telaga Lebur Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat merasa khawatir.Pasalnya ratusan sapi milik puluhan peternak di dusun ini dinyatakan terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)."Mohon untuk petugas kesehatan hewan setiap hari kedatangannya selalu ditunggu oleh pemilik sapi.Sampai hari kelima ini, sudah sekitar 153 ekor sapi yang butuh pengobatan segera,"ujar Putra  Wadu,Kepala Dusun Telaga Lebur Dese melaporkan ke grup WA Pemdes Sekotong Tengah.Senin (30/5/2022).

Kedatangan para petugas kesehatan menurut Putrawadi dapat mengobati keresahan para peternak sapi di dusunnya dari resiko terpapar PMK.Dikatakannya, bahwa sapi merupakan aset berharga yang dimiliki oleh sebagian besar warga di dusunnya."Kedatangan petugas kesehatan hewan itu ada 3 yang di obati,yaitu pengobatan ternak sapi,mengobati kepanikan dan keresahan warga,serta Ini yang tak kalah pentingnya yaitu mengurangi demo para pemilik sapi ke Rumah kepala dusun akibat sapi peliharaannya tidak segera diobati,"ucapnya.

Dikutip dari berbagai sumber, Penyakit mulut dan kuku merupakan wabah virus yang sangat menular dan menyerang semua hewan berkuku belah atau genap seperti sapi,kerbau, domba, kambing, rusa, unta, dan termasuk hewan liar seperti gajah, antelope, bison, menjangan, dan jerapah.Penyakit mulut dan kuku (PMK) juga dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) Jenis penyakit ini disebabkan dari virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae.

Adapun masa inkubasi dari penyakit ini yaitu antara 1-14 hari.Masa inkubasi yaitu masa sejak hewan tertular penyakit hingga timbul gejala penyakit.Virus FMD ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, susu, serta produk susu.Angka kesakitan ini bsia mencapai 100% dan angka kematian tinggi ada pada hewan muda atau anak-anak.

"Tingkat penularan penyakit mulut dan kuku (pmk) cukup tinggi, tetapi tingkat kematian hanya 1-5%.  Sehingga jika ditemukan ternak terlihat lemah, lesu, kaki pincang, air liur berlebihan, tidak mau makan, dan mulut melepuh segera hubungi petugas kesehatan yang ada,"

Apa Penyebab Penularan Penyakit Mulut Dan Kuku?

Adapun sejumlah penyebab Foot And Mout Deseas ditularkan dari hewan ke hewan yaitu melalui:

Kontak langsung

Penularan melalui kontak langsung antara hewan yang tertular dengan hewan rentan melalui droplet, leleran hidung,dan serpihan kulit.Selain itu, penularan secara langsung juga dapat melalui sisa makanan atau sampah yang terkontaminasi produk hewan seperti daging dan tulang dari hewan tertular.

Kontak tidak langsung.

Penularan Penyakit Mulut Dan Kuku pada hewan secara tidak langsung dapat melalui vektor hidup yakni terbawa oleh manusia seperti melalui sepatu,tangan, atau pakaian yang terkontaminasi.Selain itu penularan yang terjadi dapat melalui kontak tidak langsung melalui bukan vektor hidup seperti terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll.

Penyebaran PMK juga dapat tersebar melalui udara, angin, daerah beriklim khusus.Yaitu dengan jarak mencapai 60 km di darat dan 300 km di laut. 

Bagaimana Gejala Klinis Hewan Tertular PMK? 

Adapun gejala klinis penyakit mulut dan kuku pada pada sapi yaitu terjadi gejala demam (pyrexia) hingga mencapai 41°C dan menggigil.Sapi yang terpapar PMK mengalami kehilangan nafsu makan.Selain itu terjadi penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari.Keluar air liur berlebihan serta Saliva terlihat menggantung, air liur berbusa di lantai kandang,Pembengkakan kelenjar submandibular,Hewan lebih sering berbaring,Luka pada kuku dan kukunya lepas dan Menggeretakan gigi, menggosokkan mulut, leleran mulut, suka menendangkan kaki.

Gejala ini disebabkan karena vesikula (lepuhan) pada membrane mukosa hidung dan bukal, lidah, nostril, moncong, bibir, puting, ambing, kelenjar susu, ujung kuku, dan sela antar kuku.Terjadi komplikasi berupa erosi di lidah dan superinfeksi dari lesi, mastitis dan penurunan produksi susu permanen,Mengalami myocarditis dan abotus kematian pada hewan muda,dan Kehilangan berat badan permanen, kehilangan kontrol panas.

Adapun gejala penyakit mulut dan kuku Pada Domba dan Kambing yaitu 

Lesi kurang terlihat, atau lesi pada kaki bisa juga tidak terlihat.Lesi / lepuh pada sekitar gigi domba dan terjadi Kematian pada hewan muda.Serta Keluar air liur berlebihan (hipersativasi)

Apa yang harus dilakukan sebagai Pencegahan Penularan dan Penyebaran Virus PMK? 

Ada beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan yaitu:

Menjaga kebersihan Kandang yaitu dengan cara Melakukan desinfeksi kandang dan peralatan secara berkala setelah selesai digunakan.Pencegahan penularan penyakit mulut dan kuku juga dengan cara Melakukan desinfeksi lingkungan sekitar kandang secara berkala dan Dekontaminasi yakni dengan cara mencuci kandang, peralatan, kendaraan, dan bahan-bahan lain yang memungkinkan bisa menularkan PMK dengan deterjen atau disinfektan.

Biosekuriti pada Karyawan

 Peternakan,Karyawan wajib masuk ke ruang semprot disinfektan,Karyawan yang masuk kadang harus ganti baju lengkap dengan seragam (APD), sepatu boot, dan masker

Biosekuriti Tamu Kunjungan

Tamu yang masuk ke kandang harus ganti baju lengkap dengan seragam lengkap (APD), sepatu boot, dan masker.Tamu masuk ke kandang melalui biosecurity spraying dan harus melakukan celup kaki dan cuci tangan di tempat disinfektan kandang

Biosekuriti kendaraan

Security perlu menyemprot Ban dan bagian bawah kendaraan dengan menggunakan larutan disinfektan atau melalui bak dipping kendaraan.

Biosekuriti Ternak

Setiap ternak yang baru masuk ke lokasi peternakan perlu ditempatkan terlebih dulu di kandang karantika/isolasi selama 14 hari dan dilakukan pengamatan yang intensif terhadap gejala penyakit.

Jika terdapat gejala klinis penyakit, maka segera pisahkan dan dimasukkan ke kandang isolasi dan ditangani lebih lanjut oleh petugas kesehatan hewan dan dilaporkan pada dinas peternakan setempat.

Perlindungan pada zona bebas dengan membatasi gerakan hewan, pengawasan lalu lintas dan pelaksanaan surveilans.

Pemotongan hewan terinfeksi, hewan baru sembuh, dan hewan - hewan yang kemungkinan kontak dengan agen PMK.Musnahkan bangkai, sampah, serta seluruh produk hewan pada area yang terinfeksi.

Pelarangan pemasukan ternak baru dari daerah tertular

Untuk peternakan yang dekat daerah tertular maka ada anjuran untuk melaksanakan Vaksin virus aktif yang mengandung adjuvant.Kekebalan 6 bulan setelah dua kali pemberian vaksin, sebagian tergantung pada antigen yang berhubungan antara vaksin dan strain yang sedang mewabah.

Pengobatan dan Pengendalian Ternak

Bagi ternak yang telah terinfeksi virus, maka ada beberapa metode alternative pengobatan dan pengendalian dengan cara berikut ini

Pengobatan pada sapi yang terinfeksi dapat dengan Melakukan pemotongan jaringan tubuh hewan yang terinfeksi.Kaki yang sudah terinfeksi bisa diterapi dengan chloramphenicol atau larutan cuprisulfat.Melakukan Injeksi intravena preparat sulfadimidine.Hewan yang terserang penyakit harus karantina yakni dipisahkan dari hewan yang sehat selama masa pengobatan

 Pencegahan pada sapi yang sehat

Hewan yang tidak terinfeksi harus ditempatkan dalam kandang yang kering dan dibiarkan bebas jalan-jalan.Berikan pakan yang cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh hewan yang sehat

Pada kaki hewan ternak yang sehat diolesi larutan Cuprisulfat 5% setiap hari selama satu minggu, kemudian setelah itu terapi dilakukan seminggu sekali sebagai cara yang efektif untuk pencegahan PMK pada ternak sapi.

Apa Tindakan Pertama Pada Kasus Hewan Yang Terpapar PMK?

Melaporkan Kasus yaitu Jika ada keluhan dan pertanyaan terkait kasus PMK dapat menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat.

Pembuatan Disinfektan Efektif

Pada dasarnya virus PMK tidak tahan pada keadaan asam dan basa. Oleh karena itu disinfektan yang dapat digunakan antara lain yaitu dengan mencampurkan Sodium hidoxida (soda api) 2%,20 gr/l air,Sodium karbonat (soda cuci/soda abu) 4%,40 gr/l air,Asam sitrat 0,2% 2 gr/l air Asam asetat (asam cuka) 2% 20 gr/l airSodium hypoklorat (pemutih pakaian bayclin, proklin) 3% 57 ml/l air.Adapun Cara pembuatan disinfektan yang efektif untuk pmk: campurkan larutan bayclin (pemutih pakaian lainnya) sebanyak 57 ml ke dalam 1 liter air.Disinfektan ini dapat digunakan untuk kandang, peralatan peternakan, kendaraan, sepatu boot, dll.

Atas kejadian wabah PMK di Dusun Telaga Lebur ini,Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat,HL.Winengan saat turun meninjau kondisi dilapangan mengatakan agar para peternak tidak usah panik.Pasalnya sebagaimana dikatakan Winengan,Pihaknya telah melakukan upaya penanganan secara maksimal."Kami berharap para peternak tidak usah panik,karena kami telah perintahkan semua komponen yang ada di Dinas Pertanian Lobar dan juga meminta bantuan Pemerintah Provinsi NTB untuk turut membantu secara maksimal,"tegas Winengan,Senin (30/5/2022).

Belum ada Komentar untuk "Penyakit Mulut Dan Kuku Ditemukan Di Sekotong Tengah,Kenali Gejala,Cara Penularan Dan Pencegahannya Berikut Ini."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel