Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Yayasan Amal Sidik Indonesia Hadirkan Ustadz Zali NTB Di Acara Festival Ramadhan 1443 H.

Mei 01, 2022 | Minggu, Mei 01, 2022 WIB Last Updated 2022-08-09T15:26:58Z

Gagal Masuk Final Aksi Indonesia 2022,Zali NTB Banyak Terima Undangan Ceramah.

Ustz Zali Utama Sebagai Penceramah Festival Ramadhan 





Ustaz Zali NTB Sebagai Penceramah Di Ayo Eksplore Indonesia.

Kim Sekotong-Yayasan Amal Sidik Indonesia menghadirkan salah seorang peserta AKSI Indonesia 2022 asal Provinsi NTB yaitu Ustaz Zali Utama sebagai penceramah pada penutupan Festival Ramadhan 1443 H Di Dusun Lemer Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Lombok Barat.

Festival Ramadhan dengan Tema “Ramadhan Ceria Penuh Warna” mencapai puncak acara pada malam ke-29 Ramadhan 1443 H (30/04/2022).Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Amal Sidik Indonesia tersebut,adalah dalam rangka memeriahkan sepuluh hari terakhir Ramadhan 1443 Hijriyah.Adapun sejumlah kegiatan yang dilakukan yaitu berupa lomba Tahfidz, Tilawah, Pidato dan Adzan.Juga dirangkai dengan acara Pesantren Kilat atau Sanlat bagi anak-anak usia TK, SD dan SMP. 

Pada acara terakhir yang merupakan acara penyerahan hadiah kepada para peserta lomba dan Sanlat,ditutup dengan Tausiah Ramadhan oleh Ustadz Zali Utama yang merupakan salah satu kontestan pada ajang pencarian bakat dalam bidang dakwah yang diselenggarakan oleh Stasiun Televisi Indosiar pada setiap Bulan Ramadhan,yaitu AKSI Indosiar 2022.

Selain mendatangkan Zali NTB sebagai penceramah,hadir pula anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat Fraksi PPP,H.Abdul Majid,Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan orang tua santri TPQ. Ibnu Mas’ud Dusun Lemer.

Pada kesempatan tersebut,Ustadz Zali Utama yang merupakan perwakilan NTB pada AKSI Indosiar 2022 ini banyak menceritakan kisahnya mengikuti ajang Aksi Indonesia 2022 di Jakarta.Dimana ustaz muda yang berasal dari Dusun Empol Desa persiapan Empol tersebut berhasl masuk sebagai peserta AKSI Indosiar 2022 setelah bersaing dengan 1200-an pendaftar dari seluruh indonesia.

Tampilnya Zali NTB merupakan kebanggan tersendiri bagi masyarakat Lombok Barat umumnya dan masyarakat Kecamatan Sekotong.Bagamana tidak,selama ini sekotong lebih dikenal sebagai masyarakat yang SDMnya rendah dan terpelosok bahkan identik dengan sebutan “Gawah”.

Meski demikian,salah seorang pemuda sekotong mampu tampil di tingkat nasional.“Merupakan kebanggan bagi masyarakat sekotong, ada putra daerah yang mampu menembus level Nasional.” ungkap H. Budi Setiadi,Pembina Yayasan Amal Sidik Indonesia saat ditemui Media Kim Sekotong.

“Karena kebanggaan tersebut, kami mengundang ustadz Zali NTB untuk memberikan tausiyah di tempat kami.Semoga kehadirannya bisa menjadi motivasi bagi anak-anak kami yang belajar di TPQ. Ibnu Mas’ud,serta memotivasi para orang tua santri untuk mendorong anak-anak mereka belajar ilmu agama sejak dini.”ungkap sosok pengusaha muda sukses asal Desa Buwun Mas ini.

Pada pembukaan tausiyah  yang disampaikan oleh Ustadz Zali Utama,Ia membahas akronim  Yayasan Amal Sidik Indonesia yaitu ASI adalah sebuah singkatan yang mempunya makna yang sangat dalam.

Karena Yayasan ASI penyebutannya sama dengan ASI pada kepanjangan Air Susu Ibu."Dengan harapan para pendiri yayasan tentu agar manfaatnya sama sebagai bagain penting dari pertumbuhan dan perkembangan manusia,"ucap Ustaz Zali NTB 

Senada dengan yang disampaikan oleh Saparwadi Ashari atau akrab dipanggil upank, akronim ASI juga merupakan sebuah doa agar bisa menjadi manfaat bagi semua manusia tanpa memandang Ras, Suku, bangsa dan Agama karena itu tagline Yayasan ASI adalah "Seribu kebaikan".

"Yayasan Amal Sidik Indonesia yang semula bernama Yayasan Darussalaf dibentuk tahun 1996 oleh ayahanda kami almarhum Haji Siddik, beliau pernah mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Lombok Barat selama 2 tahun berturut-turut membentuk yayasan yang tidak hanya bergerak dibidang pendidikan tetapi juga dibidang sosial, lifeskill dan ekonomi" tutur salah satu pendiri Yayasan Amal Sidik Indonesia ini.

Pada bagian akhir acara, meskipun waktu semakin larut tapi kemeriahan masih terus berlanjut.Karena setelah penyerahan hadiah pada empat mata lomba,juga diadakan kuis yang diperebutkan oleh para peserta Pesantren Kilat.Acara kuis berhadiah tersebut dipandu langsung oleh dua orang pengajar mereka, Ustadz Abdurrahman dan Ustadz Aat.Dimana 10 anak pemenang kuis mendapatkan hadiah yang menarik.

Tidak hanya kuis untuk anak-anak dan peserta Pesantren Kilat,kuis juga diperuntukkan bagi orang tua santri dan masayarakat yang hadir.Acara kuis tersebut semakin menambah keriuhan suasana Puncak Festval Ramadhan 1443 yang diselenggarakan oleh Yayasan Amal Sidik Indonesia. (SA)

×
Berita Terbaru Update