Wujud Tanda Syukur Konflik Sosial Di Mareje Berakhir Damai,Pemda Gelar Gawe Rapah.

Tradisi Gawe Rapah Di Lombok,Salah Satu Kearifan Lokal Mengatasi Konflik Sosial.

Gubernur NTB Gawe Rapah.
KIM,-Konflik sosial yang melibatkan dua komunitas keyakinan yakni Budha dan Muslim di Desa Mareje Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat pada malam Hari Raya Idul Fitri 2022,akhirnya berhasil didamaikan.

Sebagai tanda kesyukuran atas jalan damai yang berhasil ditempuh,Pemda Lobar dan Pemprov NTB menggelar Gawe Rapah.Yaitu tradisi budaya sasak lombok yang dilaksanakan ketika berhasil mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai.

Kapolda NTB Gawe Rapah
"Rapah"dalam bahasa sasak lombok memiliki arti saling maaf memaafkan.Gawe Rapah tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Barat."Hampir 8 tahun saya di Lombok Barat, kali ini pemimpin utama hadir ada Pak Gubernur, Kapolda dan Pak Danrem. Saya yakin ini merupakan penghargaan dan salah satu cara untuk memuliakan masyarakat Mareje",kata Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat menyampaikan sambutan pada acara Gawe Rapah di Desa Mareje, Kecamatan Lembar,Rabu 18 Mei 2022.
Bupati Lombok Barat Gawe Rapah
Bupati Lombok Barat 2 priode ini juga berharap semoga dengan acara gawe rapah ini bisa menjaga kehidupan masyarakat supaya tetap aman, damai dan rukun."Hari ini menjadi istimewa karena sebelumnya ummat muslim melaksankan Puasa Ramadhan diakhiri Idul Fitri, dua hari lalu umat Budha melaksankan Hari Raya Waisak.Dua hari raya besar ini yang substansi dari ajarannya itu hampir sama yaitu membawa dunia ini ke arah perdamaian,"ujarnya.

Menurut kata Fauzan Khalid,Idul Fitri umat Muslim dan Hari Raya Waisak umat Budha,kedua-duanya mengajarkan bahwa apapun pekerjaan kita apapun profesi kita, posisi manapun kita berada, kita itu adalah satu membawa perdamaian."Mudah-mudahan dua hari raya kita bersilaturrahim bersama dan lebih membulatkan tekad untuk selalu hidup rukun dan damai," harapnya.

Danrem Wirabhakti Gawe Rapah.
Pada kesempatan itu Bupati Fauzan Khalid tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur NTB, Kapolda dan Danrem dan semua masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam acara Roah Gawe Rapah.Bupati juga mengajak masyarakat Mareje untuk melupakan apa yang sudah terjadi."Mari merajut masa depan yang jauh lebih indah, lebih menjanjikan kesejahtraan dan masa depan anak-anak kita,"ajaknya.

Pada kesempatan yang sama,Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah juga berpesan kepada seluruh masyarakat Mareje terutama para tokoh masyarakat untuk sering-sering menginisiasi untuk bertemu dan kumpul-kumpul bersama. Karena menurutnya ke depan itu tantangan tidak mudah orang gampang sekali berkelahi orang gampang sekali ribut ribut karena pengaruh sosial media."Saya yakin di Pemerintah Lombok Barat juga memiliki tradisi yang sama ngumpul bersama secara berkala bersama bupati wakil bupati, kapolres, dandim dan lainnya di Forkopimda Provinsi juga melakukan hal itu biar tidak ada miskomunikasi," kata Dr.Zul.

Wakil Bupati Lombok Barat Gawe Rapah
Bang Zul juga mengatakan bila ada kesalahpahaman, miskomunikasi agar para kepala desa, tokoh masyarakat untuk berembuk, duduk bersila supaya tidak ada lagi air mata ibu-ibu yang tidak berdosa, tidak ada trauma anak-anak dengan kegaduhan yang tidak perlu."Anak cucu kita punya hak untuk hidup di lingkungan yang baik dan di tangan kebaikan orang-orang yang ditakdirkan untuk membuat kedamaian ketenangan di masa depannya,"pungkasnya.
Pemuka adat sasak gawe rapah


Belum ada Komentar untuk "Wujud Tanda Syukur Konflik Sosial Di Mareje Berakhir Damai,Pemda Gelar Gawe Rapah."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel