Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Konflik Antar Dusun Di Mareje Lombok Barat,Berikut Fakta-Faktanya.

Mei 05, 2022 | Kamis, Mei 05, 2022 WIB Last Updated 2022-08-15T04:38:13Z

Faktor Penyebab Konflik Antar Dusun Di Desa Mareje Lombok Barat.

Akibat Konflik Sosial Di Desa Mareje Lombok Barat.
KIM,Akibat terjadi kesalah pahaman antar warga Desa Mareje Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat terlibat konflik,Selasa 3 Mei 2022.Konflik yang terjadi melibatkan dua dusun yaitu Dusun Ganjar dan Dusun Bangket Dalem.Kesalah pahaman tersebut dipicu oleh aksi pemukulan warga setempat yang berujung pada pembakaran rumah warga.

Berikut sejumlah fakta-fakta dilapangan berdasarkan rilis Polres Lombok Barat.

Polres Lombok Barat dalam hal ini telah mengadakan pertemuan yang dilakukan oleh Wakapolres Lobar dengan tokoh Budha Dusun Ganjar dan perwakilan warga Dusun Bangket Dalam Desa Mareje.

Pertemuan dengan para tokoh di Desa Mareje dilakukan pada hari Selasa tanggal 03 Mei 2022 pukul 14.30 wita. Pada pertemuan tersebut,Wakapolres Lombok Barat bersama para tokoh desa setempat,melahirkan sejumlah informasi awal yang menjadi fakta-fakta yang melatarbelakangi konflik tersebut.

Pada pertemuan tersebut Waka Polres Lombok Barat,Kompol M.Taufik  menyampaikan bahwa proses mediasi harus terselesaikan untuk mencari jalan keluar terbaik secepatnya untuk meminimalisir kejadian lainnya."Dari segi hukum Pihak Kepolisian bisa saja langsung memanggil dan memproses pengaduan atau laporan warga, namun kita memikirkan situasi dan kekhawatiran tidak kondusifnya Desa Mareje,"ujar Wakapolres Lobar.

Lebih jauh ia mengharapkan agar kedua belah pihak harus berfikir tenang dan dingin untuk pemahaman bersama,bahwa penegakkan hukum adalah jalan terakhir.

Pada kesempatan pertemuan tersebut,salah seorang  Tokoh Adat Dusun Ganjar menyebutkan bahwa di Desa Mareje sulit terjadi masalah tanpa adanya provokator,"Sebelum terlalu jauh permasalahan ini,di harapkan para tokoh desa dan para intelektualnya berkumpul untuk menyelesaikan dengan baik dan mengetahui siapa otak yang memperburuk permasalahan,"pintanya.

Hal tersebut Ia ungkapkan,mengingat secara garis keturunan sudah bercampur,dimana warga Dusun Ganjar ada yang memiliki anak dan saudara di Dusun Bangket Lauk."Apabila nanti ada keputusan,di mohon untuk di tulis di atas kertas sehingga bisa kita taati bersama hasil mediasi,"ujarnya.

Tokoh masyarakat Dusun Ganjar lainnya juga turut berpendapat bahwa di Desa Mareje tidak mempermasalahkan terkait adanya perbedaan agama."Untuk permasalahan ini harapan kami kepada pihak kepolisian agar bisa menyelesaikan,"ujarnya.

Tokoh masyarakat juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali,ia meminta agar pihak pemerintah,Tokoh Masyarakat dan Pihak Kepolisian supaya membuat regulasi atau aturan untuk menghindari kejadian seperti ini."Untuk Masyarakat Dusun Ganjar saya pribadi harapkan untuk memulai dari keluarga dan sanak saudara agar mulai di tenangkan. hindari Upload atau menyebar luaskan di media sosial yang dapat memperkeruh keadaan,"harapnya.

Selanjutnya Pukul 15.00 wita, dilakukan pertemuan kembali dengan perwakilan warga Dusun Bangket Lauk Desa Mareje.Pertemuan bertempat di rumah Muksin yaitu Ketua BKD (Badan Kerjasama Desa) Mareje.

Pada pertemuan tersebut,dalam penyampaiannya Waka Polres Lombok Barat mengatakan,bahwa permasalah pemukulan yang terjadi pada saat pawai takbiran sejenak untuk di lupakan.Ia meminta untuk saat ini kedua belah pihak yang terlibat konflik sosial,fokus untuk saling memafkan."Saya bersama Kasat Reskrim Polres Lobar bahwa dengan mengambil jalan damai,dapat menggugurkan laporan atau pengaduan.Mari bersama menjaga kondusifitas Desa Mareje Untuk menjaga kedamaian antar umat beragama,"pinta Kompol M.Taufik.

" Harapan saya dengan kedatangan saya bersama Kasat Reskrim dan Kapolsek Lembar dapat meredam issue yang beredar.Dan kedepan tidak adanya permasalahan yang sama terjadi.Saya berharap pada saat berdialog untuk menghadirkan Tokoh/Orang Tua yang di dengar untuk mewakili pemikiran masyarakat Dusun Bangket Lauk atau para remaja,"ujarnya lagi.

Sedangkan penyampaian Sekertaris Desa Mareje,Ramli Ahmad,menuturkan tentang kronologis kejadian yaitu dimana sebelumnya warga masyarakat Dusun Bangket Lauk sudah kumpul di pinggir jalan dengan mayoritas Kaum Remaja."Sehingga dari awal ada info warga dusun mau menuju Dusun Ganjar.Kita standby untuk menghindari pergeseran warga menuju Kantor Desa secara berkelompok.Untuk Malam Minggu setelah terjadi pemukulan,situasi di Dusun Bangket Lauk kondusif, terbukti dengan tidak adanya warga yang membahas.Namun keesokan harinya,adanya aduan dari Umat Budha ke pihak kepolisian.Hal ini memicu anggapan warga kurang berperannya Kadus dan Pemerintah Desa,"ungkap Ramli.

Ramli Ahmad juga mengatakan, bahwa situasi saat itu berdasarkan penjelasan pihak kepolisian terkait kasus pelaporan yang bisa di gugurkan dengan mediasi atau saling memaafkan."Untuk tokoh sangat memahami,tetapi untuk kita sampaikan kembali kepada para remaja sangat sulit untuk mereka pahami,"ungkapnya.

Nurdin yang merupakan Mantan Kepala Desa Mareje sebelumnya yang turut hadir saat pertemuan mengatakan,bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti permasalahan,di karenakan dirinya sedang berada di Lombok Tengah. Nurdin menuturkan bahwa sebagian besar keluarganya beragama Budha dan ia sendiri seorang muslim.Terkait konflik yang terjadi menurutnya karena berdasarkan keterangan warga,ada perwakilan Dusun Ganjar yang datang membawa parang.Hal ini yang menimbulkan para remaja Dusun Bangket Lauk merasa tertantang.Selain itu,dengan adanya laporan kejadian pemukulan ke pihak kepolisian,tanpa adanya usaha dari Pemerintah dan Tokoh masyarakat untuk mengambil tindakan,juga menjadi salah satu faktor penyebabnya.Ia juga menyebutkan bahwa tata cara masyarakat Umat Budha yang bukan satu kali ini saja membawa senjata tajam yang menimbulkan terpancingnya sikap warga Masyarakat Muslim."Untuk permasalahan Umat Budha dan Umat Muslim jika di ungkit kembali, pastinya banyak.Namun sampai saat ini Alhamdulillah tidak pernah terjadi konflik,"beber Nurdin. 

Sedangkan Kepala Dusun Bangket Lauk Puguh Wirebakti menyampaikan terkait adanya pengumuman menggunakan pengeras suara untuk mengumpulkan warga,ia tidak mengetahuinya."Saya tidak mengetahui,karena pada saat sampai di masjid sudah tidak ada orang.Pemicu awal konflik adalah pada saat warga pulang takbiran di lakukan penghadangan di lanjutkan dengan kedatangan warga Dusun Ganjar sehingga memancing warga berkumpul,"ucap Puguh.

Penyampaian Ketua BPD Desa Mareje, Romo Nasib yang pada intinya menyampaikan bahwa pada saat ini untuk mendamaikan kedua belah pihak masih belum bisa di laksanakan.Hal ini karena adanya pemikiran kaum muda Dusun Bangket Lauk bahwa Pemuda intelektual Umat Budha selalu membuat masalah dengan Umat Muslim.Sehingga harapannya lebih baik melibatkan tokoh atau orang tua yaitu dengan cara mengumpulkan warga Dusun Bangket Lauk agar tidak melakukan pelemparan atau memperburuk situasi."Saat ini situasi remaja Dusun Lauk merasa Benar dan di sana merasa Paling benar,dengan melaporkan serta meminta Umat Budha meminta maaf,karena melaporkan ke Pihak Kepolisian,"ucapnya.

Proses perdamaian kedua pihak
H.Muksin Salim Kepala Desa Mareje juga turut menyampaikan bahwa di setiap acara takbiran atau pawai, masyarakat Dusun Ganjar khususnya Umat Budha,menjaga gerbang dengan membawa senjata tajam.Dan untuk kejadian Minggu Malam bahwa korban pemukulan atas nama Amaq Rahim,menegur masyarakat Dusun Bangket Lauk dengan membawa senjata tajam dan memasuki kerumunan pawai,sehingga terjadilah permasalahan pemukulan tersebut,"jelas Kades Mareje.

Ditempat yang sama,Kapolsek Lembar Ipda Ketut Suriata menyampaikan bahwa kejadian ini merupakan sebab dan akibat yang perlu di luruskan,sehingga di lakukan mediasi."Perkara yang di laporkan bisa terselesaikan tanpa adanya tersangka,dengan pertimbangan kondusifitas wilayah.Mari bersama tenangkan warga dan keluarga,"pinta Kapolsek Lembar.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Lombok Barat,IPTU I MADE DARMA YULIA PUTRA, S.T.K, S.I.K,mengatakan bahwa laporan sudah sampai di Reskrimum Polda NTB.Namun saat ini masih mempertimbangkan situasi.Saya bersama Waka Polres berusaha menyelesaikan dengan mengedepankan Restorative Justice. yakni pada kasus Pemidanaan yang di ubah menjadi dialog dengan melibatkan Korban, Pelaku dan unsur terkait.Sehingga akan menjamin para remaja untuk tidak mengkhawatirkan diri akan di tindak sesuai hukum yang berlaku,"terangnya.

Kegiatan pertemuan Wakapolres Lobar dengan kedua belah pihak berakhir pukul 16.20 wita berjalan dengan aman dan lancar.


×
Berita Terbaru Update