Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Berita Lombok Barat Hari Ini,Konflik Sosial Di Desa Mareje Berakhir Damai.

Mei 05, 2022 | Kamis, Mei 05, 2022 WIB Last Updated 2022-08-15T04:42:14Z

Berikut Poin Penting Kesepakatan Damai Kedua Belah Pihak Yang Terlibat Konflik Sosial Di Mareje.

Para pihak yang terlibat proses mediasi konflik sosial di Desa Mareje Kec.Lembar Lombok Barat.
KIM,-Konflik sosial yang melibatkan 2 dusun di Desa Mareje Kecamatan Lembar Lombok Barat,sepakat berdamai.Kesepakatan damai tersebut berlangsung dan ditandatangani di tempat kediaman Tokoh Masyarakat Lombok Barat,H.L.Daryadi atau Miq Tuan Dar di Sekotong.Rabu (4/5/2022).

Turut hadir dalam mediasi tersebut yaitu Anggota DPR Provinsi NTB Lalu Ahmad Ismail S.H,Kapolres Lombok Barat,Kepala Desa Mareje H. Muksin Salim, Kepala Desa Mareje Timur H. Hadran Farizal,serta beberapa tokoh masyarakat dusun yang terlibat konflik sosial yaitu H.Idran,S.Pd Tokoh Masyarakat Dusun Ganjar Dan Sukman,SH,MH,Tokoh Masyarakat Bangket Lauk.

Kapolres Lombok Barat AKBP Wirasto Adi Nugroho S.I.K pada kesempatan mediasi menyampaikan ucapan terimakasih kepada warga Desa Mareje atas kesadarannya untuk menjaga stabilitas keamanan dengan jalan damai agar kesalahpahaman tidak meluas.Ia juga mengatakan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab penuh terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Hukum Polres Lombok Barat.

Dengan upaya pertemuan ini dirinya juga memberikan apresiasi kepada tokoh masyarakat Sekotong,H. L.Daryadi,para tokoh agama dan seluruh masyarakat yang terlibat konflik sosial yang memiliki keinginan besar untuk menyelesaikan permasalahan akibat adanya kesalah pahaman,"Dengan pertemuan Mediasi ini bahwa permasalahan dianggap telah selesai dan berdamai,”ujar AKBP Wirasto Adi Nugroho,SIK.

Adapun beberapa poin penting isi kesepakatan yang ditandatangani oleh perwakilan para pihak yang berkonflik yaitu:Apabila di kemudian hari ada kesalahpahaman yang terjadi, maka akan diupayakan penyelesaiannya melalui mediasi di tingkat dusun dan desa.Dan apabila tidak ditemukan solusi,permasalahan tersebut akan diselesaikan oleh pihak yang berwajib.

Poin berikutnya yakni apabila di kemudian hari,ada pihak yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan undang-undang yang berlaku,maka siap untuk dituntut dihadapan hukum dan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka Sesuai dengan isi kesepakatan damai tersebut, masyarakat di Desa Mareje yang terlibat konflik sosial,sepakat untuk berdamai dan kembali hidup rukun seperti biasanya.“Mediasi ini merupakan langkah dan upaya dalam penyelesaian masalah pasca kesalahpahaman,agar dapat terselesaikan secara kepala dingin, sehingga tidak terjadinya permasalahan lagi,”harap Tokoh Masyarakat Lombok Barat,Miq Tuan Dar pada kesempatan tersebut.

Terkait kerugian yang disebabkan oleh konflik yaitu berupa rumah yang rusak sebagaimana penjelasan Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto S.I.K,akan dibantu pembiayaan perbaikannya oleh Pemerintah Daerah.“Hasil koordinasi pembicaraan Kapolda NTB bersama Gubernur dan Bupati Lombok Barat, bahwa direncanakan membantu warga yang terdampak dan membantu membangun kembali bangunan yang terbakar akibat aksi massa,”ujarnya.

"Hari ini kami bersama aparat kepolisian dan tokoh agama, melakuan mediasi perdamain Antar Umat Muslim & Budha di Desa Mareje Kecamatan Lembar.Alhamdulillah, situasi saat ini kondusif Aman terkendali,"tulis Lalu Ahmad Ismail,SH,Anggota DPRD NTB melalui postingan media sosialnya saat turun ke lokasi konflik.







×
Berita Terbaru Update