Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kisah H.Budi Setiadi Membuka Buwun Mas Medica Di Desanya Yang Terpencil.

Januari 24, 2022 | Senin, Januari 24, 2022 WIB Last Updated 2022-08-09T15:22:17Z

Kisah H.Budi Setiadi,Membuka Klinik Buwun Mas Medica Di Desanya Yang Terpencil.

Klinik Buwun Mas Medica Sekotong Lombok Barat.
KIM,-Buwun Mas Medica (BMM) merupakan klinik layanan kesehatan masyarakat yang terdapat di Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat.Klinik kesehatan yang berlokasi strategis di pinggir Jalan Raya Buwun Mas,tepatnya di pertigaan Dusun Kombang.Dengan demikian,Klinik ini sangat mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai arah.

Klinik Buwun Mas Medica menjadi tujuan utama masyarakat sekitar untuk memeriksakan kesehatannya.Selain melayani masyarakat Desa Buwun Mas,Klinik Buwun Mas Medica juga kerap di kunjungi oleh pasien yang berasal Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Belongas.Juga oleh penduduk yang tinggal di daerah perbatasan Lombok Tengah.

Jumlah penduduk yang sangat besar yakni lebih dari 15.000 jiwa,terletak di daerah terpencil di ujung Selatan Kecamatan Sekotong,serta jarak dari Puskesmas terdekat sekitar 20 kilometer,menjadi latar belakang klinik BMM didirikan. 
Tempat Pelayanan Kesehatan Klinik Buwun Mas Medica 
Disamping itu,meski berada di daerah terpencil,namun rata-rata penduduk di Desa Buwun Mas memiliki tingkat penghasilan yang tergolong cukup layak.Beberapa pertokoan besar berdiri di pinggir jalan Raya Dusun Kombang,Dusun Sepi hingga Dusun Kemanuk menuju Desa Persiapan Pengantap ke arah timur.

Sedangkan menuju arah barat Klinik Buwun Mas Medica,deretan rumah-rumah penduduk dengan desain modern berjejer sepanjang jalan.Hal ini dikarenakan mata pencaharian penduduk diwilayah ini sebagai nelayan,penambang emas,petani,peternak dan juga para pedagang.

Di desa ini,juga tercatat memiliki 2 anggota dewan serta para pejabat dan pengusaha yang terbilang sukses di Kecamatan Sekotong.Salah satunya adalah Haji Budi Setiadi.Sosok inilah yang berada dibalik berdirinya Buwun Mas Medica (BMM),yang dibuka pada pertengahan tahun 2021 silam.

"Saya hanya memfasilitasi pendirian Buwun Mas Medica,sedangkan untuk pengelolaannya diatur oleh manajemen secara profesional,"tutur Haji Budi Setiadi,ketika disambangi KIM Sekotong ditempat kediamannya yang berada di belakang Klinik Buwun Mas Medica.Senin (24/1/2022).
H.Budi Setiadi pengusaha muda asal Desa Buwun Mas. 

Dituturkan oleh pengusaha muda kelahiran tahun 1984 ini,Buwun Mas Medica merupakan salah satu unit usaha yang dikelolanya.Pengusaha muda sukses namun tetap tampil sederhana ini,juga bergerak dibidang usaha toko bangunan,perikanan,pertambangan dan pertanian melalui UD.Budi Mulya yang ia bentuk pada sekitar tahun 2003 silam.

Buwun Mas Medica yang dikelolanya juga dihajatkan untuk merekrut para nakes yang berasal dari Desa Buwun Mas."Ada 2 bidan dan beberapa orang lainnya yang tengah menempuh pendidikan kesehatan yang kami rekrut untuk bekerja di Buwun Mas Medica yang berasal dari penduduk disini.Namun sebelum mereka bekerja,kami memberikan training kepada mereka bekerjasama dengan klinik-klinik yang ada di Kota Mataram,"ujar suami dari hj.Muliatun,S.Pd tersebut.

Lebih jauh dikatakan pengusaha muda ini,Buwun Mas Medica didirikan untuk membantu masyarakat sekitar dalam pelayanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau."Untuk biaya pemeriksaan kesehatan,insya allah cukup terjangkau masyarakat.Tetapi jika menginginkan yang lebih paten,kami serahkan kepada pasien untuk menentukan,"ujarnya.

Buwun Mas Medica hingga saat ini membuka layanan 24 jam dalam bentuk pelayanan UGD,persalinan,KB-KIA,dokter umum,EKG,operasi kecil dan khitan."Untuk rawat inap kami sedang mengurus ijin dan persiapan bangunannya.Kedepan kami juga sedang mengusahakan tersedianya mobil ambulance,"jelas lelaki kelahiran Dusun Pengantap ini.

Untuk memberikan pelayanan yang maksimal,Manajemen Buwun Mas Medica menyediakan beberapa dokter umum dan tenaga kesehatan lainnya.Para nakes tersebut bertugas secara shift setiap hari sebanyak 5 orang.

Selain itu,manajemen BMM juga tidak sembarangan dalam merekrut para nakes."Manajemen memberikan suatu kontribusi yang layak bagi para nakes yang bekerja di Klinik Buwun Mas Medica.Tentu harus sepadan dengan profesionalisme dan kwalitas yang dimilikinya,"pungkas sosok yang pernah di datangi secara khusus oleh pengurus PBNU Pusat,KH.Marsudi Syuhud ini.

H.Budi dan putra tertuanya yang tengah bersekolah di Bogor Jawa Barat.
Buwun Mas Medica tidak hanya melayani pemeriksaan kesehatan masyarakat.Juga bergerak pada kegiatan sosial dan olahraga dengan membentuk klub sepakbola BMM FC pada tahun 2021.

Dimana para pemain klub ini merupakan para nakes laki-laki yang dimiliki Klinik Buwun Mas Medica dan juga para pemuda Desa Buwun Mas.Klub ini untuk pertamakali ikut pada turnamen hj.sumiatun cup se Pulau Lombok 2022 yang berlangsung di Lapangan Umum Jembatan Kembar Kecamatan Lembar.Pada open turnamen ini,Klinik Buwun Mas Medica juga menjadi sponsor pendukung hj.sumiatun cup 2022.
Buwun Mas Medica FC
"Alhamdulillah,dengan adanya klinik ini cukup membantu.Saya tidak kesulitan lagi mencari tempat untuk pelayanan kelahiran anak saya.Karena disini sudah ada Klinik Buwun Mas Medica yang jaraknya cukup dekat dari rumah,"ungkap warga Dusun Sauh Desa Persiapan Belongas yang tengah menunggu proses melahirkan istrinya.(sid).




×
Berita Terbaru Update