iklan

10 Kue Tradisional Lombok Yang Wajib Dibuat Saat Perayaan Maulid

Serba Serbi Perayaan Maulid Di Lombok. 

Arak-arakan Dulang Penamat Maulid

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat,dirayakan dengan penuh kemeriahan.

Perayaan Maulid atau dalam bahasa lokal sasak disebut "Bulan Mulud"biasanya dirayakan mulai tanggal 9 atau 10 pada setiap bulan Rabiul Awwal dalam sistim penanggalan hijriyah.

Perayaan maulid diawal bulan ini disebut "Maulid Penembeq",sedangkan Maulid yang dirayakan pada akhir bulan yakni sekitar tanggal 25-30 Rabiul Awal disebut "Maulid Poto".

Berbeda dengan daerah lainnya,di Pulau Lombok perayaan maulid dirayakan dengan cara saling mengundang antar keluarga,sahabat,kerabat dan handai taulan untuk datang pada acara makan bersama atau rowah di tempat yang merayakan maulid.Biasanya para tamu yang diundang datang pada malam hari.

Pada acara makan bersama tersebut,si empunya acara akan menghidangkan jamuan berupa nasi dan lauk pauk,setelah itu dilanjutkan dengan menghidangkan aneka kue tradisional dan buah-buahan sebagai makanan pencuci mulut.

Nah,berikut ini ada lebih dari 10 jenis kue tradisional yang wajib dibuat oleh masyarakat pulau lombok ketika merayakan maulid.Kue kue tersebut selain dihidangkan kepada tamu,juga diberikan untuk dibawa pulang yang disebut"berkat",sedangkan kue kue yang dibawa ke masjid untuk dibagikan kepada para tamu undangan di sebut"penamat".

Inilah 10 kue tradisional lombok yang wajib dibuat sebagai berkat dan penamat.

1.Renggi

2.Tarek

3.Kaliadem

4.Keciput

5.Matahari

6.Tempeyek

7.Wajik

8.Pangan

9.Peset

10.Poteng

11.Jaje tujak

12.Lardan

13.Lepet

14.Cerorot

15.Kuping gajah

16.Pisang Goreng


Belum ada Komentar untuk "10 Kue Tradisional Lombok Yang Wajib Dibuat Saat Perayaan Maulid"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel