iklan

Menulis Dan Mencegah Nikah Bawah Umur,Adakah Hubungannya?

Cross Meeting Forum Anak Kec.Sekotong Lombok Barat

Demikianlah kira kira pesan dan tujuan yang ingin disampaikan oleh Yayasan Tunas Alam Indonesia (Santai) NTB,saat menggelar acara cross meeting dengan melibatkan puluhan anak usia 13-18 tahun di Kecamatan Sekotong Lombok Barat.

Kegiatan yang penuh kecerian khasnya gaya anak-anak seperti menyanyi,bercanda,berdiskusi,belajar kelompok,presentasi,dan sambil ngemil ini,berlangsung di tepi Pantai Elak-elak Desa Persiapan Pesisir Mas.Di hari libur sekolah pula,Minggu 19 September 2021.Belajar sambil berlibur,berkumpul bareng teman,tak terasa waktu menujukkan pukul 16;00 Wita,dimulai pada pukul 09;00 Wita. 

Acara yang dipandu oleh para tutor sebaya dari Pendamping Forum Anak Desa (FAD) Sekotong Tengah dan FAD Taman Baru ini,dihadiri perwakilan Forum Anak Desa Cendi Manik,Taman Baru,Sekotong Tengah,Sekotong Barat,Buwun Mas,Kedaro,Batu Putih dan Desa Pelangan.Ada sekitar 60 orang jumlah pesertanya,dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu disiapkan masker dan handsanitizer.

Sambil menikmati indahnya pemandangan Pantai elak-elak,sepoi angin yang berhembus,lalu lalang pengunjung yang datang,para peserta tetap fokus menyimak materi demi materi yang disampaikan oleh para narasumber.

Salah satunya adalah tentang menulis,yang disampaikan oleh Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Sekotong,Muhamad Rasid.

Pada kesempatan "Berbagi Pengalaman Menulis"tersebut Muhamad Rasid mengetengahkan dua pertanyaan untuk di bahas:

1.Mengapa harus menulis

2.Bagaimana menulis 

Mengapa harus menulis? 

Menulis tidak bisa membuatmu menjadi kaya,juga bisa membuatmu tidak jadi orang miskin.Perbaiki niat sebelum memulai menulis,agar tidak menyesal jika ekspektasi tidak sesuai kenyataan.Menjadi penulis adalah menulis"Dengan menulis maka aku ada"kata Nietze.Menjadi penulis itu ada 2 pilihan,miskin tetapi terkenal dan dikenang,atau kaya Raya dan terkenal.

Mengapa harus menulis? 

Dengan menulis sesungguhnya kita sedang belajar,belajar dari kelebihan orang lain,belajar untuk tidak sombong.

Mengapa harus menulis? 

Menulis akan mempertemukanmu dengan siapa kita berteman.Menulis sesuatu yang baik,maka bertemanlah kita dengan orang baik.

Mengapa harus menulis? 

Menulis adalah salah satu cara membantu orang susah.Lewat informasi yang ditulis,dunia akan tau siapa dan apa yang bisa dilakukan untuk membantumu.

Mengapa harus menulis? 

Menulis adalah salah satu cara berdakwah.Oleh sebab itu,menulis itu penting,tetapi tulislah yang penting-penting.Karena jika tulisanmu terindek google,di share dan dibaca ribuan orang,dan itu akan tersimpan abadi,baik atau buruk."Satu peluru dapat menembus 1 kepala,tetapi 1 tulisan bisa menembus jutaan kepala".

Jadi penulis itu keren,saya ingin jadi penulis.Lalu bagaimana caranya saya bisa menulis? 

Dalam menulis itu tidak ada teori baku,teori pertama dari menulis adalah mulailah menulis.

Dan kesulitan penulis pemula adalah memulai dari kalimat apa? 

Maka salah satu cara mengatasinya adalah,jangan pernah atau jangan suka menghapus tulisan.Gunakanlah aplikasi pencatat tulisan/note.Jika hari ini kamu menulis satu kalimat,biarkan saja,tinggalkan,jangan hapus,nanti jika ada kesempatan,ada ide baru, lanjutkan lagi menulisnya.Jangan dihapus.

Apa yang harus saya tulis?

Tulislah tentang apa saja,puisi,cerpen,surat Cinta,cerita perjalanan,kata-kata mutiara,pokoknyamenulis,menulis,menulis.Dan juga jangan fikirkan titik,koma,judul,dll.

Sering kekurangan kata-kata? 

Di KBBI terdapat 127.000 lema,kamu tidak akan kekurangan kata-kata,kamu hanya kekurangan latihan merangkai kata-kata saja. 

Bagaimana menulis jurnalistik? 

Menulis adalah bercerita, mengabarkan kepada org lain tentang suatu peristiwa.Tentu agar cerita kita tidak "ngawak" maka harus memenuhi unsur fakta yang terangkum dalam 5 W 1 H.

Bagaimana bahasa yang saya gunakan untuk menulis? 

Gunakan gaya bahasa tuturmu sendiri untuk tulisan tulisan features atau tulisan bebas.Jika menulis jurnalistik gunakan bahasa yang baku.

Dimana mempublikasikan tulisan? 

Gunakan media sosialmu,menulislah.Atau jika mau,Kim sekotong siap mempublikasikan tulisanmu.

Setiap penulis punya pengalaman dan teknis yang berbeda beda untuk memulai belajar menulis,untuk itu teruslah belajar,hingga kamu menemukan cara terbaikmu memulai menulis dan menjadi seorang penulis.

Adakah hubungan menulis dengan mencegah perkawinan usia anak? 

Yah,kalau di fikir-fikir sih enggak ada. Tetapi jika ada yang bertanya,sebutkan metode atau cara-cara mencegah perkawinan usia anak? Saya pastikan,menulis salah satu yang bisa di andalkan.

Menulis adalah hobi,kesenangan,pengalihan dan pengolahan fikiran.Maka ketika fokus dan sudah senang menulis,saya yakin keinginan keinginan untuk cepat menikah itu tak lagi jadi beban fikiran.Mau bukti,lihat saja para penulis berita atau wartawan,banyak yang menikah diatas usia 19 tahun.

"Anakku Berani Tampil Itu Nomor Dua,Yang Penting Kamu Tau Apa Yang Harus Kamu Lakukan Dan Expresikan.Berbaur Dengan Anak-anak Cerdas Sekotong, Sehingga Kedepannya Kamu Bisa Ambil Pelajaran  Di Setiap Moment Pengalaman  Berharga Kamu, Karena Kamu Adalah Tongkat Estafet Ayah,"Demikianlah pesan salah seorang pendamping forum anak asal Desa Kedaro yang juga penulis KIM Sekotong,Zulhamdi,S.Pdi.


Belum ada Komentar untuk "Menulis Dan Mencegah Nikah Bawah Umur,Adakah Hubungannya? "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel