Di Dusun Tendaun Mareje,Perayaan Waisak 2565 BE Berlangsung Di Wihara Girisena. -->

Di Dusun Tendaun Mareje,Perayaan Waisak 2565 BE Berlangsung Di Wihara Girisena.

Kim Sekotong
Kamis, 27 Mei 2021


Kimsekotong.com,-Bertempat di Wihara Girisena Dusun Tendaun Desa Mareje Kecamatan Lembar Lombok Barat,Perayaan Hari Raya Waisak 2565 BE,Rabu (26/5/2021) berlangsung penuh khidmat dan mematuhi protokol kesehatan Covid 19.

Ratusan umat budha di Dusun Tendaun dengan penuh khusuk mengikuti rangkaian kegiatan waisak yang berpusat di Wihara Girisena Tendaun. Di tengah pandemi covid 19,pelaksanaan hari Raya waisak di dusun yang terletak di Puncak Bukit Mareje ini,berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.

"Ada beberapa rangkaian ritual perayaan waisak yang kami sesuaikan kerena mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,"kata Darma Yusuf,S.Pd,salah seorang pemuka agama budha dusun tendaun.

Menurut kata dia,pada perayaan waisak sebelum adanya wabah corona di lakukan penuh kemeriahan.
Dimana berbagai kalangan umat budha dari berbagai daerah di pulau lombok datang memenuhi undangan perayaan waisak di tempat ini.

"Kalau sebelum covid 19,kami undang dari KLU,Kota Mataram,dan juga dari daerah sekitar,"ucapnya.


Pada perayaan waisak tahun 2565 BE kali ini,menghadirkan salah seorang bante senior sebagai penceramah.
Ratusan umat budha baik laki-laki,perempuan hingga anak anak duduk bersila dengan jarak sekitar 1 meter,memenuhi lantai 1 dan 2 wihara giri sena.Sebuah tempat cuci tangan tersedia di pintu masuk wihara,serta peserta perayaan di wajibkan memakai masker.Rangkaian upacara dimulai pada sekitar pukul 19:00 wita dan berakhir pada sekitar pukul 11:00 Wita.

"Untuk Puncak perayaan waisak nanti pada malam hari sekitar pukul 19;00 Wita,"terang Amirudin,panitia hari Raya waisak di dusun tendaun.

Dalam penyampaian inti perayaan waisak tahun 2021,Bikhu Cittaguto Mahathera mengatakan bahwa perayaan waisak di tengah pandemi covid 19 membutuhkan pengendalian diri segenap umat budha.

"Dalam ajaran budha,pengendalian dir i merupakan salah satu ajaran pokok.Jadi,ketika covid 19 terjadi,umat budha tidak kaget dalam menerapkan protokol covid 19.Karena hal tersebut merupakan salah satu ajaran budha yakni tentang bagaimana mengendalikan diri,"ujar bante yang cukup senior tersebut.

Senada dengan Bikhu Cittagutto,salah seorang pemuka agama budha lainnya asal Desa Mareje yakni Romo Nasib menjelaskan bahwa terdapat beberapa ritual waisak yang terpaksa harus di sesuaikan dengan protokol covid 19 terutama yang melibatkan orang banyak.


"Ada beberapa ritual yang kami tiadakan karena mentaati prokes covid 19 seperti dharma santi,pengambilan air suci yang biasanya diiringi kesenian tradisional serta melibatkan ribuan orang juga ditiadakan,cukup hanya 15 orang saja.Selain itu perayaan waisak juga di lakukan di wihara masing masing secara bergiliran,"pungkas Romo Nasib.

Meski perayaan waisak tahun ini tidak semeriah sebelum wabah covid 19,umat budha di daerah ini tetap khusuk menjalankan perayaan waisak.

"Semoga wabah covid 19 ini segera berakhir,"harap seorang warga.(sid).