Ponpes Darul Qur'an Wal Hadist,Setelah Gelap Terbitlah Terang. -->

Ponpes Darul Qur'an Wal Hadist,Setelah Gelap Terbitlah Terang.

Kim Sekotong
Rabu, 14 April 2021


Kim Sekotong,-Pondok pesantren Darul Qur'an Wal Hadist (Ponpes DQH) merupakan salah satu pondok pesantren tertua yang ada di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat.

Pondok pesantren ini di dirikan pada sekitar tahun 1998 oleh Ust.Muna'am.Sang pendiri pondok pesantren ini adalah alumni Ponpes Ar-Raisyah Sekarbela Kota Mataram.


Ust.Muna'am (57 tahun) merupakan putera asli  Dusun Telaga Lebur Desa Sekotong Tengah.Di tanah kelahirannya sendiri,ia mendirikan pondok pesantren tidak dengan mudah.Tetapi penuh tantangan dan rintangan yang datang silih berganti. 


Sempat di larang mengajar di musholla,hingga pindah ke sebuah gedung sekolah dasar di dusun Telaga Lebur.Di ruang kelas SD ini pun,belasan anak muridnya yang menjadi santri awal pondok pesantren ini terpaksa sering tidak bisa belajar,karena ruang kelasnya di kunci.


Namun rintangan tersebut tak menyurutkan langkah para santri awal untuk belajar,akhirnya mereka pindah belajar di rumah sang ustaz yang kecil dan sempit,kala itu.


Dan ada begitu banyak aral yang menjadi catatan sejarah perjuangan dakwah sang pendiri pondok pesantren dengan visi mencetak generasi beriman dan bertakwa berdasarkan Qur'an dan Hadist ini.


Sejarah berdirinya Ponpes Darul Qur'an Wal Hadist di tulis oleh salah seorang Alumni angkatan kedua ponpes tersebut,yakni Ust.Syamsudin,M.Pdi.


" Pondok pesantren Darul Qur’an Wal Hadits dibangun pada tahun 1998 dengan sumbangan swadaya masyarakat se kecamatan sekotong. Bangunan didirikan ditengah-tengah masyarakat yang masih awam dengan ilmu agama.


Pada awal pembangunannya, sebagaian masyarakat mencemooh, mengejek bahkan ada yang secara terang-terangan melempar bangunan dengan batu karena tidak senang atas di bangunnya pondok pesantren tersebut.


Berbagai macam jenis  cobaan selalu datang silih berganti. kadang-kadang siswa dilarang sekolah kepesantren.

Bahkan sebuah jembatan kayu yang menghubungkan dusun telaga lebur dengan dusun lainnya,konon dirusak oleh oknum yang tidak suka dengan pembangunan pesantren.Jembatan sengaja dirusak dengan tujuan agar anak-anak yang mengaji dan sekolah tidak dapat lewat sekaligus tidak senang dengan sang ustadz.


Namun seiring waktu,masyarakat sekitar mulai sadar dan tidak lagi mengejek.Banyaknya aral tersebut tak membuat Sang ustadz  patah semangat.Beliau mencari murid diluar kampung sambil mengisi pengajian sambil tak lupa mempromosikan pondok pesantren.


 Alhasil murid dari luar semakin banyak,dan pondok pesantren pun makin dikenal luas hingga luar Kecamatan Sekotong. Pada masa awal berdiri,sumber murid yang datang dari luar diantaranya dari dusun Temeran, Tembowong, Batu Kumbu, Kambeng dan Langko (Lombok Tengah). Santri-santri dari kampung inilah yang paling awal ikut memperjuangkan pondok pesantren.



 Sejalan dengan kepercayaan masyarakat luar,pondok pesantren Darul Qur’an Wal Hadits resmi mendirikan lembaga formal yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang di beri nama MTs.Darul Qur'an Wal Hadist dengan jumlah peserta didik tidak kurang dari dua belas orang.


 Dengan aktivitas ngaji dan sekolah sampai-sampai bangunan tidak lagi menampung tempat. Ahirnya sang Ustadz  meminta izin agar kegiatan sekolah  di musholla kampung saat itu, tidak lama berjalan masyarakat setempat melarang sekolah dimusholla dengan alasan ribut dan mengotori musholla, ustadz lalu minta izin ke sekolah SD (SDN 4 telage lebur dulu), untuk kegiatan belajar mengajar.



 Tidak lama kemudian,santri yang sedang belajar di suruh keluar dan tidak menggunakan bangunan SD. Ke esokan harinya pintu ruangan SD dikunci. Semua santri akhirnya belajar dirumah sang ustadz dengan serba kurang.


 Namun semangat santri-santri ini membuat sang ustadz tidak putus asa dan berkecil hati untuk terus membangun walau seribu rintangan membentang depan mata. Tetap berjuang hingga semua rintangan hilang berahir dengan kebosanan.


Semakin tahun santri berdatangan dari berbagai penjuru desa, pada tahun kedua pondok pesantren darul Qur’an wal hadist, resmi dapat izin pemerintah untuk dirikan sekolah Tsanawiyah. Tiga tahun berikutnya sang ustadz mendidrikan Madrasah Aliyah. Sampai genap Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Hadits mendirikan lembaga pendidikan formal mulai dari MI (Madrasah Ibtidakiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan MA (Madrasah Aliyah) Sedangkan yang nonformal yaitu TPQ, Diniyah, Panti Asuhan  dan Majlis Tak’lim,"demikian tulis salah satu dosen sekolah tinggi swasta di Lombok Barat ini.


Pada sekitar tahun 2014,sebuah lembaga pendidikan kejuruan mulai di buka,yakni SMK Pariwisata Darul Qur'an Wal Hadist.


Pondok pesantren Darul Qur'an Wal Hadist berlokasi di Dusun Telaga Lebur Loang Balok Desa Sekotong Tengah.Lokasi pondok pesantren ini cukup mudah di jangkau dengan jarak tempuh sekitar 1 km dari pusat kecamatan sekotong. 


Untuk mengembangkan bakat serta kreatifitas para santri,pengurus ponpes mengembangkan beberapa kegiatan ekstra kurikuler seperti kursus bahasa asing,seni baca al qur'an dan tahfiz,marawis,dan kegiatan kegiatan olahraga. 


Sedangkan untuk menunjang aktifitas belajar mengajar,Ponpes DQH memiliki ruang kelas yang cukup untuk semua jenjang.Sebuah gedung megah berlantai dua tersedia dengan fasilitas belajar yang lengkap.


Lebih dari 60 tenaga pengajar dengan spesifikasi pendidikan rata rata S1,mengampu semua mata pelajaran yang di tetapkan sesuai kurikulum pemerintah dan pengembangan pondok pesantren.


Bagi para santri yang belajar di tempat ini tidak di pungut biaya sepeserpun.Sedangkan bagi santri yang tidak mampu,tersedia panti asuhan yang siap menanggung kebutuhan para santri hingga selesai pendidikannya. 

Ayo mondok di Darul Qur'an Wal Hadist.(sid).