iklan

Imran,Reporter Sepakbola Yang Belajar Secara Otodidak.

Imran,Reporter Sepakbola Asal Kecamatan Sekotong Lombok Barat.


Kimsekotong.Com,-Menyebut nama Bapak Imran sebagai reporter atau penyiar sepakbola di Kecamatan Sekotong,tentu tidak asing lagi. 

Lelaki paruh baya tersebut,sejak tahun 2000,sudah di kenal pandai bercuap cuap di depan mic pada setiap turnamen sepak bola di sekotong,bahkan menurut penuturannya,ia pernah di undang hingga Kabupaten Lombok Utara hingga Lombok Tengah. 

"Pertandingan semakin seru,tambah emben,jadi seremben,"begitulah kata kata yang paling terkenal dari seorang penyiar sepak bola. 

Demikian pula Imran atau yang di panggil sehari hari Tuak Meran(50 tahun),asal Dusun Empol Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong menjalani profesi sebagai penyiar bola pada setiap ada kompetisi. 

"Kalau menyiarkan pertandingan sepakbola,saya biasanya spontanitas saja kalau ngomong,"tuturnya ketika di wawancarai KIM Sekotong di Bagek Kembar.Kamis(17/12/2020).

Namun menurut Imran,menjadi reporter bola itu tidak mudah.Harus banyak latihan. 

"Ada dua syarat yang harus di miliki,yaitu mengenal nama dan posisi setiap pemain serta mengetahui aturan aturan dalam sepakbola,"tuturnya. 

Mengenai tarif menjadi reporter,Imran mengatakan tidak menentukan target. 

"Tergantung kesepakatan dan lama kompetisi,ada yang ngasih 2 juta hingga 5 juta,"ungkapnya.


Belum ada Komentar untuk "Imran,Reporter Sepakbola Yang Belajar Secara Otodidak."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel