Desa Tangguh Bencana Sekotong Tengah,Berprestasi Di Tengah Pandemi COVID 19. -->

Desa Tangguh Bencana Sekotong Tengah,Berprestasi Di Tengah Pandemi COVID 19.

Kim Sekotong
Minggu, 25 Oktober 2020

Kepala Desa Sekotong Tengah,Lalu Sarappudn (Tengah) saat menerima piala juara 3 pada Lomba Kampung Sehat Tingkat Kabupaten Lombok Barat. 


Kimsekotong.com,-Bencana alam merupakan kejadian yang tak pernah di harapkan. Datang tak di undang, pergi pasti datang kembali. Bencana alam tak sedikit  menimbulkan kerugian,baik secara materi, infrastruktur, tatanan sosial, bahkan hingga korban jiwa.

Mengingat besarnya dampak yang di timbulkan akibat bencana alam, maka sangat penting bagi setiap orang untuk mengetahui tentang karakter bencana, serta kiat-kiat menyelamatkan diri dari suatu bencana yang terjadi. Pengetahuan terhadap mitigasi bencana alam, menjadi lebih penting lagi di negeri sabuk api (Ring Of Fire).

Demikianlah yang menjadi salah satu landasan pemikiran Pemerintah Desa Sekotong Tengah yang berlokasi di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ( -NTB). Desa tersebut memilih, untuk menjadi salah satu desa yang tangguh terhadap bencana.

Di tengah wabah  COVID-19 yang tengah melanda dunia.Desa Sekotong Tengah berhasil tetap mempertahankan zona hijau dengan angka kematian nol akibat  wabah COVID- 19. Desa dengan lebih dari 9.000 penduduk ini, keluar sebagai juara 3 pada Lomba Kampung Sehat Tingkat Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2020.

Selain prestasi tersebut, terdapat puluhan inovasi yang layak di contoh pada salah satu desa mandiri di Kabupaten Lombok Barat ini.

Apa kiat sukses Desa Sekotong Tengah menjadi desa tangguh bencana ?
Berikut liputan khusus Jurnalis Warga KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Kecamatan Sekotong untuk anda.

Bagaimana Desa Sekotong Tengah menjadi Kampung Tangguh Bencana?

Desa Sekotong Tengah merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat-NTB .

Desa ini tercatat sebagai  desa tertua di Kecamatan Sekotong,terbentuk pada tanggal 17 Juli 1964. Desa Sekotong Tengah  terdiri dari 23 Dusun dengan jumlah penduduk  9.366   jiwa,dengan penduduk laki-laki 4.662 orang dan pendududuk perempuan 4.704 orang .

Desa Sekotong Tengah terdiri dari 2.256 Kepala Keluarga yang sebagian besarnya  bermata pencaharian sebagai petani, sementara sisanya merupakan para pedagang, nelayan, pegawai swasta, PNS, dan juga wiraswasta.

Sebagai salah satu desa rawan bencana yang di tetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, semua warga di  Desa Sekotong Tengah sangat akrab dengan kondisi alam yang kadang tak bersahabat. Kekeringan di  musim kemarau, banjir pada musim hujan, serta tanah longsor  merupakan bencana alam yang tiap tahun terjadi. Hal tersebut merupakan akibat lokasi Desa Sekotong Tengah, yang memiliki daerah dengan kontur perbukitan, dataran rendah dan pesisir pantai.

Saking akrabnya dengan bencana, desa dengan status desa mandiri di Lombok Barat ini mempersiapkan warga desanya untuk memiliki pengetahuan terhadap mitigasi bencana. Berbagai upaya di lakukan untuk meminimalissir dampak bencana, Salah satunya adalah dengan membentuk lembaga- lembaga desa bidang kebencanaan .

Beberapa di antara lembaga desa yang bergerak dalam bidang kebencanaan  tersebut  adalah  seperti Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) yang memiliki tugas pokok pada bidang mitigasi dan edukasi bencana serta penyediaan dapur umum. Lembaga lainnya yakni  Relawan Destana (Desa Tangguh Bencana) dengan tugas utama pada penyediaan data, sarana dan prasarana kebencanaan serta evakuasi korban bencana.

Dan demi mempermudah proses penanganan dan penanggulangan bencana di daerah rawan bencana, di bentuklah Kampung Siaga Bencana pada tahun 2017. Semua lembaga kebencanaan tersebut  telah mendapatkan pelatihan oleh berbagai instansi di Kabupaten Lombok Barat.

Selain ke tiga lembaga kebencanaan tersebut, tedapat juga KIM (Kelompok Informasi Masyarakat), dan Radio Komunitas (Rakom) Ampera FM. Keduanya berfungsi sebagai corong penyebarluasan informasi kebencanaan dan sosial kemasyarakatan.

Pada sektor ekonomi ketika suatu bencana terjadi, Desa Sekotong Tengah memiliki unit usaha  Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang menyuplai kebutuhan sandang pangan bagi para pengungsi.

Bagaimana Kampung Tangguh Bencana menghadapi COVID-19?

Pada masa pandemi COVID-19 yang mewabah di Indonesia sejak Maret 2020, telah dibentuklah Satuan Tugas Relawan Desa Lawan COVID-19 (Satgas COVID-19) di Desa Sekotong Tengah. Pembentukan satgas ini terdiri dari 24 anggota dan didukung oleh Surat Edaran Bupati Lombok Barat maupun Surat Keputusan Kepala Desa Sekotong Tengah .Para anggota Satgas COVID-19 ini merupakan gabungan dari berbagai unsur  di tingkat desa, yaitu Kepala Desa, BPD, Bidan Desa, PKK, Babinsa, Babinkamtibmas, Pendamping Desa, PKH,dan lain lagi.

“Lembaga-lembaga desa bidang kebencanaan tersebut terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa, sebagai wujud kesiap siagaan desa dalam menghadapi suatau bencana. Tujuannya tidak lain agar desa kami menjadi desa tangguh bencana,” ungkap Lalu Sarappudin, Kepala Desa Sekotong Tengah saat di temui di kantornya, .Senin (14/9/2020).

Relawan Satgas Desa Lawan  COVID-19 memiliki peran dan fungsi serta program kerja yang khusus pada pencegahan dan penanganan dampak COVID-19.

Beberapa di antara tugasnya satgas ini  adalah melakukan pendataan terhadap migrasi warga desa, baik yang keluar ataupun yang masuk desa. Satgas tersebut melakukan  klasifikasi warga berdasarkan asal kedatangan, nama, jenis kelamin, waktu kedatangan, gejala yang di alami,dan lain-lain.

Setelah terklasifikasi, barulah di lakukan pemantauan dan pemberian bantuan kepada warga desa yang terkonfirmasi covid COVID-19.

Berdasarkan data dari bulan September serta penjelasan Kepala UPTD BLUD Puskesmas Sekotong, drg. I Nyoman Adnyana Putra, terdapat 75 orang warga Desa Sekotong yang terkonfirmasi gejala COVID-19.

“Di Desa Sekotong Tengah terdapat 75 warga terkonfirmasi COVID-19, dengan rincian OTG 69 orang, ODP 6 orang, [sementara] PDP dan meninggal tidak ada,”katanya.

Kapuskesmas Sekotong juga menyebutkan bahwa sebagian besar warga yang terkonvirmasi  COVID- 19 sebelumnya baru pulang dari luar daerah, seperti Bali, Kalimantan, Sumbawa, dan Jakarta. Sedangkan dari  luar negeri ada juga, seperti dari Malaysia 3 orang, Brunei Darusasalam 1 orang, dan Arab Saudi 1 orang.

Di antara semua warga yang terkonfirmasi COVID-19 tersebut telah melalui masa karantina di rumah masing-masing  selama 14 hari dan selesai masa pemantauan.
Selama masa isolasi lokal mandiri tersebut, Pemerintah Desa Sekotong tengah Tengah kemudian menganggarkan pengadaan sembako kepada warga yang terkonfirmasi covid COVID-19.

Demi menjaga agar warga desa lainnya terhindar dan terjaga dari terpapar virus corona .Pemerintah desa juga membuat berbagai prortokol kesehatan yang bertujuan sebagai panduan dalam berkegiatan bagi warga Desa Sekotong Tengah.

Adapaun beberapa bentuk protokol kesehatan yang di buat adalah seperti protokol bidang keagamaan, sosial budaya, pasar tradisional, tata niaga perdagangan, pariwisata, pernikahan, kegiatan pemakaman,  dan pelayanan kantor,dll.

Inti dari isi protokol kesehatan tersebut adalah penekanan pada 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak saat berada dalam kerumunan.

Penerapan pelaksanaan protokol kesehatan tersebut dilakukan secara ketat dan di sosialisasikan secara terus menerus oleh tiga pilar yang ada di desa, yaitu Babinkamtibmas, Babinsa dan Pemerintah Desa Sekotong Tengah.

“Desa Sekotong Tengah merupakan salah satu desa dengan angka partisipfasi warganya yang cukup tinggi dalam membantu  terhadap upaya-upaya penanganan dan  pencegahan COVID-19,” ucap Kapolsek Sekotong, Iptu I Kadek Sumerta, SH.

Terwujudnya  masyarakat yang tangguh terhadap bencana khususnya wabah  COVID-19. Kepolisian Daerah NTB tengah menggelar Lomba Cipta Kampung Sehat pada tahun 2020. Penilaian lomba yang di lakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten hingga tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dengan motto NTB (Nurut Tatanan Baru), Lomba Kampung Sehat tersebut di nilai berdasarkan empat bidang yaitu bidang kelembagaan, kesehatan, sosial ekonomi, dan bidang keamanan.

Keberhasilan Desa Sekotong Tengah meraih juara 1 Lomba Kampung Sehat Tingkat Kecamatan Sekotong serta juara 3 tingkat Kabupaten Lombok Barat. Keberhasilan ini ,memiliki dampak positif terhadap perubahan prilaku masyarakat, kehidupan sosial, dan kamtibmas keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Sekotong Tengah.

“Kami berharap agar kampung sehat ini tidak hanya pada saat lomba saja, tetapi bagaimana agar di lakukan secara terus menerus. Sebab dampaknya sangat positif bagi masyarakat,”kata Lalu Ahmad Ismail, salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Sekotong Tengah.(sid).