iklan

Sekdis Dikbud NTB,Monitoring Simulasi Tatap Muka Terbatas Di SMKN 1 Sekotong.



Kimsekotong.com,-Mewabahnya virus Corona ( covid-19) memiliki dampak yang nyata di berbagai sektor termasuk di dalamnya adalah sektor pendidikan. Pada masa 'new normal' ini pemerintah memberikan sedikit kelonggaran bagi semua sekolah yang tergolong dalam kategori zona kuning dan zona hijau untuk mulai mencoba melakukan pembelajaran tatap muka dan itu dilakukan  secara bertahap serta terbatas mulanya di mulai dari jenjang SMA/SMK dan akan berlanjut ke jenjang yang paling bawah.

Terkait kelonggaran ini tentu saja memiliki syarat harus terlebih dahulu melakukan simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai protokol kesehatan yang telah di tetapkan jadi tidak serta merta langsung belajar secara tatap muka langsung seperti pada umumnya.

Jumat, 25 September 2020 Sekdis  Dikbud Provinsi NTB Bapak Dr. H. Muhtadi Khairi, M.Pd. melakukan Monitoring simulasi Pelaksanaan Belajar Mengajar terbatas di SMKN 1 Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Beliau tiba di SMKN 1 Sekotong lebih awal sekitar pukul 06.25 wita, tujuannya adalah  untuk lebih memastikan apakah proses Simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  di SMKN 1 Sekotong sudah memang dilaksanakan dengan benar dan berjalan sesuai petunjuk protokol kesehatan.

Perihal pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka ini memang  akan terus dipantau dan dievaluasi oleh pemerintah pusat dan daerah dimanapun di seluruh wilayah Indonesia tujuannya adalah sebagai langkah percobaan awal sekaligus antisipasi mengenai kemungkinan ada atau tidaknya klaster baru selama proses simulasi pembelajaran dilaksanakan.

"Management sekolah harus tetap melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik baiknya, agar apa yang sudah menjadi acuan khususnya terkait penerapan protokol kesehatan bisa terlaksana." tegas Muhtadi.

Pada kesempatan itu pula,Plt.Kepala SMKN 1 Sekotong Sulman Haris,M.Pdi,
menyebutkan beberapa upaya yang di lakukan pihak sekolah terkait penerapan simulasi protokol kesehatan covid 19.

"Simulasi ini mutlak harus menerapkan protokol kesehatan,ada beberapa upaya yang telah kami lakukan seperti,Sekolah membuat SATGAS COVID 19,Menyiapkan segala peralatan masker, termogan (alat pengukur Sudu Badan) membuat handsanitaizer, tempat cuci tangan.
Menyiapkan Parkir khusus peserta didik, Melakukan penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah peserta didik datang dan pulang,"jelas Sulman Haris,kepada KIM Sekotong. 



Selain itu,lanjut Ketua AGPAII NTB ini yaitu Mengumumkan tiap awal dan akhir simulasi,Menata ruang kelas sesuai protokol covid jarak dan isi 50 persen dari jumlah peserta didik dan Rapat evaluasi tiap selesai kegiatan
"Kami juga ber surat ke pada orang tua tentang kesediaan dan persetujuan peserta didik di ijinkan masuk untuk simulasi dan lain-lain, serta berkoordinasi dengan komite sekolah serta petugas kesehatan."sebut Kepala SMKN Sekotong yang ditujukan untuk seluruh peserta didik yang akan menjalani masa simulasi.

Terakhir adalah sebuah motivasi yang begitu berkesan dari Sekdis Dikbud (Dr.H. Muhtadi Khairi,. M.Pd) kepada Tim Management sekolah dengan bahasa yang begitu  lugas dan bijaksana,ia berkata,
"jadikan pengabdian untuk anak bangsa ini penuh dengan rasa tanggungjawab."pesan Sekdis Dikbud NTB.(san).

Belum ada Komentar untuk "Sekdis Dikbud NTB,Monitoring Simulasi Tatap Muka Terbatas Di SMKN 1 Sekotong."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel