Dengan Tembakau,Petani Desa Sekotong Tengah Tangguh Di Masa Pandemi Dan Kemarau Panjang. -->

Dengan Tembakau,Petani Desa Sekotong Tengah Tangguh Di Masa Pandemi Dan Kemarau Panjang.

Kim Sekotong
Sabtu, 26 September 2020



Kimsekotong.com,-Musim kemarau dan pandemi covid 19 telah mengakibatkan beragam sektor terkena imbasnya.
Namun wabah dan kemarau panjang tersebut,seakan membawa berkah bagi para petani tembakau yang terdapat di 5 Dusun yang ada di Desa Sekotong Tengah Kec.Sekotong Kabupaten Lombok Barat.


Bagaimana tidak,sebab dengan adanya wabah corona mengurangi aktifitas di luar rumah.Warga lebih banyak menghabiskan waktu untuk merawat tembakaunya. 


"Karena sekarang musim korona,kami jarang keluar rumah.Jadi kami sibuk merawat tembakau saja,"kata Abdul Hamid,Petani tembakau asal Dusun Long longan. 


Sedangkan pada musim kemarau yang berkepanjangan,seakan membawa keberuntungan bagi para petani.Sebab pada musim kemaraulah,tembakau tumbuh dengan baik. 


"Kalau musim hujan,tembakau cepat rusak sehingga kurang baik hasilnya," jelas Lalu Wiredarme,Ketua Kelompok Tani Tembakau Dusun Mulejati. 


Berdasarkan penuturan para petani tembakau lainnya di Dusun Lendang Bontong,Long-longan,Mule Jati,Montong Galih dan Dusun Telor Jago,bertani tembakau sudah berlangsung puluhan tahun.Terdapat sekitar 50 hektar lahan yang di tanami tembakau serta telah memiliki beberapa kelompok petani tembakau. 


Dari hasil bertani tembakau terutama pada musim kemarau yang terjadi hampir setiap tahun,para petani tembakau yang terletak di daerah perbukitan ini dapat memiliki penghasilan. 


Dimana pada setiap kali panen yang bisa lima kali dalam 1 kali tanam,para petani menghasilkan puluhan juta.
Dalam 1 bal tembakau yang terdiri dari 20 tumpi/gulung di jual dengan harga 800rb hingga 1 juta. 


"Kalau masalah penjualan,biasanya pembeli sendiri yang langsung datang.Para pembeli berasal dari sekitar Kecamatan Sekotong hingga Lombok Tengah,"kata Ismail,Kadus Lendang Bontong. 


Adapun jenis tembakau yang di tanam adalah jenis tembakau kasturi atau dalam bahasa setempat di sebut tembakau rajang.
Usaha tembakau juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja baik laki-laki maupun perempuan.Tembakau yang di hasilkan masih di olah dengan cara yang sangat sederhana. 

Masa bercocok tanam tembakau berkisar antara bulan juli-november.
Setelah itu para petani tembakau mulai persiapan untuk bercocok taman palawija menjelang musim penghujan.(sid).