Kecamatan Sekotong Berpotensi Untuk Peternakan Sapi Unggul. -->

Kecamatan Sekotong Berpotensi Untuk Peternakan Sapi Unggul.

Kim Sekotong
Rabu, 26 Agustus 2020



Kimsekotong.Com,-Rencana pemerintah khususnya Kementrian Pertanian dengan program 1000 bibit sapi unggul yang akan diperuntukkan bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan disalurkan untuk Kabupaten dan kota masih menunggu kebijakan Provinsi. Apakah nanti dikonsentrasikan di satu tempat atau dibeberapa titik tergantung rekomendasi pemerintahan Provinsi NTB.
Hal tersebut di jelaskan oleh Kadis Pertanian Lombok Barat,Ir.H.Muhur Zokhri,ketika di wawancarai para media di kantor Bupati Lombok Barat.
Rabu (26/08/2020).

"Kita masih menunggu kejelasan agar terkonfirmasi.Kita dari Kabupaten sudah barang tentu akan pro aktif juga untuk koordinasi dengan Provinsi dengan harapan daerah kita juga memperoleh dukungan dari pusat untuk meningkatkan kesejahteraan tani ternak kita di Lombok Barat" jelasnya.

Menurut keterangan Kadistan Lobar,bahw hingga sampai hari ini pihaknya belum mendapat keterangan dari Pemprov NTB tentang berapa jumlah peruntukan jatah untuk Lombok Barat. Namun ini kebijakan Pemerintah Pusat sudah jelas untuk Provinsi NTB. Hanya saja mungkin ada rapat koordinasi guna membahas tindaklanjut program ini.

"Mudah mudahan Kabupaten Lombok Barat kebagian jatah juga, ini yang sedang kita koordinasikan dulu dengan pihak Provinsi," ujarnya.

Misalkan kebijakannya nanti ada peruntukan bantuan sapi bagi daerah  Lombok Barat kata Muhur, "pertama kita akan pertimbangkan potensi pengembangannya. Karena Lombok Barat sendiri mempunyai potensi sesuai dengan ruang yang tersebar.  Tetapi asas pertama kita adalah mengedepankan asas pemerataan," tuturnya.

"Saya kira untuk semua Kecamatan di wilayah Lombok Barat ini cocok bagi pengembangan sapi," tegas dia.

Di Lobar ini diketahui mempunyai kawasan kawasan yang sudah di prioritaskan. Dicontohkan kawasan ternak yang luas seperti di Sekotong. Termasuk juga kawasan daerah yang rawan kering lainnya dan sangat cocok untuk pengembangan ternak.

"Daerah rawan kering sangat cocok untuk pengembangan ternak sapi," jelasnya.

Kelompok ternak nanti terang H. Muhur, tergantung harus disesuaikan beberapa persyaratan. Sesuai dengan petunjuk pembentukan kelompok seperti menyediakan untuk tanaman pangannya, kelompok untuk petani perkebunan, kelompok untuk peternaknya. Intinya kalau kelompok peternak ini misalnya sudah memiliki embrio ternak, sejumlah orang ini bisa bersatu untuk membentuk kelompok.

"Satu Dusun bisa jadi satu atau dua kelompok  ternaknya. Misalnya di satu Dusun ada tiga kandang kumpul, nah satu kandang kumpul bisa capai 25 atau 30 orang. Satu kandang kumpul itu bisa juga membentuk kelompok sendiri sendiri," ungkapnya.

Biasanya yang menjadi prioritas yakni kelompok kelompok pertama yang sudah terbentuk dan kelompok yang baru terbentuk atau baru tumbuh dan bisa jadi kelompok yang sedang berkembang. Hal ini lebih baik karena untuk menjaga stabilitas keberlangsungan daripada bantuan ini.Yang jelas tujuan dari program ini yaitu untuk kemajuan pendapatan masyarakat, terlebih di tengah pandemi yang sedang melilit ini. Selain itu untuk meningkatkan kebutuhan pangan bagi masyarakat luas.(sid).