Kapolres Lobar Minta Tokoh Masyarakat,Ikut Sosialisasikan Perbup No.50 Tahun 2020. -->

Kapolres Lobar Minta Tokoh Masyarakat,Ikut Sosialisasikan Perbup No.50 Tahun 2020.

Kim Sekotong
Senin, 31 Agustus 2020

Kapolres Lobar,AKBP.Bagus S.Wibowo,S.IK.


Kimsekotong.com,-Kapolres Lombok Barat. AKBP Bagus S. Wibowo, S.I.K. meminta kepada masyarakat  yang ditokohkan,untuk ikut membantu pemerintah dalam mensosialisasikan Perbup Nomor 50 Tahun 2020 ke masyarakat. 

"Jangan pernah lelah dalam menyampaikan kebaikan untuk masyarakat. Dan jangan jadi provokator untuk melawan kebijakan Pemerintah apa itu tindakan fisik atau materi. Masyarakat itu punya kepatuhan dan hati dalam menajalankan kebijakan pemerintah tidak merasa dibebankan,"harap Kapolres Lobar.
  Harapan tersebut di sampaikan Kapolres ketika bersama  Bupati Lombok Barat,H.Fauzan Khalid, S. Ag, M.Si menggelar rapat evaluasi pencegahan covid 19 di Kabupaten Lombok Barat. Senin (31/08/2020) bertempat di Aula Utama Kantor Bupati Lombok Barat. 


Hadir pada rapat tersebut sekitar 158 orang yang terdiri dari para penyuluh agama,baik Islam maupun agama lainnya, kepala KUA dan Kepala Madrasah Tsanawiyah ataupun Madrasah Aliyah Negeri serta semua kalangan Kementerian Agama Lombok Barat.

Rapat evaluasi bertujuan agar semua pihak khususnya para penyuluh agama untuk ikut mensosialisasikan Perbup Nomor 50 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Ketentraman dan Ketertiban Umum Di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

"Tentu sebagai orang yang dihormati harus memberikan contoh dan mensosialisasikan ke masyarakat hanya tentang tiga hal yaitu pakai masker,  jaga jarak dan cuci tangan," sebut Bupati Lobar pada rapat  tersebut.
Fauzan Khalid mengatakan menjalankan perbup atau protokol Covid bukan untuk siapa-siapa tapi untuk masyarakat itu sendiri.

Selain itu, dampak dan efek ekonomi akan luar biasa terjadi pada bulan Oktober dan Nopember yang terus mengalami penurunan. Bahkan menurut Fauzan Khalid, saat ini dampaknya sudah terasa tapi tidak terlalu. "Dan alhamdulillah penyuluh, kepala sekolah masih terima gaji. Tidak seperti di Kuwait pemerintahnya sudah tidak mampu membayar gaji," ujarnya.

Oleh karena itu sambungnya, penyuluh agama, kepala sekolah serta kepala KUA Kecamatan orang yang dihormati diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meminimalisir Covid 19 selain TNI Polri. 

"Kita Perang dengan lawan yang tidak terlihat. Cara melawannya yaitu disiplin, "kata Fauzan.(sid).