Peran Radio Komunitas Ampera FM Sekotong, Pada Masa Pandemi Covid 19. -->

Peran Radio Komunitas Ampera FM Sekotong, Pada Masa Pandemi Covid 19.

Kim Sekotong
Senin, 06 Juli 2020


Kepala Desa Sekotong Tengah,Lalu Sarappudin,Tengah mencoba siaran radio darurat Covid 19 di Studio Rakom Ampera FM. 

Kimsekotong.Com,-Menyebut peran radio di masa pandemi covid 19 sebagai media penyampai informasi kepada masyarakat,
mungkin akan kalah tenar bila di bandingkan dengan media sosial seperti fb,twiter,instagram,Watshap,Fanspag,TV,Koran,ataupun media online.

Tidak seperti era tahun 1990-an,radio menjadi primadona berbagai kalangan,
untuk mendapatkan informasi dan hiburan. Tetapi kini,radio mulai jarang di gunakan.

Namun di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat,peran radio komunitas masih di pertahankan,sebagai salah satu media penyampai informasi dan hiburan kepada masyarakat.

Hal itu di sebabkan karena desa tertua di Kecamatan Sekotong ini,memilik letak geografis yang terdiri dari daerah pegunungan dan dataran rendah.
Dimana 10 dusun di antara 23 dusun di desa ini berada di daerah perbukitan,terpencil,blank spot dan rumah penduduk yang saling berjauhan.

Hampir di pastikan 80% penduduk Dusun Serero,Lebah Suren,Loang Batu,Telor Jago,Long-Longan,Mulejati,Montong Galih,Lendang Bontong,yang berada di daerah perbukitan tersebut, tidak memiliki gadget canggih,dan bukan pengguna media sosial.

Terdapat sekitar 1.125 Kepala keluarga di 10 dusun tersebut dengan jumlah jiwa sekitar 4000 lebih.Sementara di Desa Sekotong tengah terdapat 2.464 KK dengan jumlah penduduk pada tahun 2019 sebanyak 9.569 Jiwa.

"Untuk media informasi kepada masyarakat,kami menggunakan Fb,Grup WA,HT,website,spanduk,KIM maupun media lainnya.Sedangkan untuk warga yang berada di daerah terpencil di daerah perbukitan yang sulit terjangkau,kami menggunakan radio komunitas Ampera FM,"jelas Lalu Sarappudin,Kepala Desa Sekotong Tengah sekaligus pendiri Radio Komunomitas Ampera FM,(5/7).

Di masa pandemi covid 19,Rakom Ampera FM terdaftar sebagai radio darurat covid 19.Hal itu di sebabkan,karena proses perijinan radio sedang di usulkan ke Kementrian Kominfo RI di Jakarta,melalui KPID Provinsi NTB.

"Sedang kami susun persyaratan administrasinya,untuk nanti di input secara online,"ucap Muhamad Rasid,
Ketua Rakom Ampera FM Sekotong.

Selama masa pandemi covid 19,terutama pada bulan mei.Beragam Informasi dan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) tentang Covid 19 di putar di Rakom Ampera FM,mulali Pukul 10:00 Wita hingga pukul 22:00 Wita.

Adapun iklan layanan masyarkat yang ditayangkan bekerjasama dengan Kementrian Perlindungan Anak dan Perempuan RI dan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) NTB,yakni tentang Apa itu Pandemi Covid 19,Bagaimana Cara Mencegah Covid 19,Bagaimana melindungi orang tua yang rentan terkena covid 19 serta petani yang terkena covid 19.

Selama masa pandemi,informasi informasi tentang covid 19 dan kegiatan Satgas Covid 19 di setiap desa di Kecamatan Sekotong,di siarkan oleh para penyiar Rakom Ampera FM.

Rakom Ampera FM Sekotong berdiri pada tahun 2011,sempat vakum selama beberapa tahun.Namun dimasa pemerintahan priode ke dua Lalu Sarappudin sebagai Kepala Desa Sekotong (2017-2023),Rakom Ampera kembali di bangkitkan.Pada tahun anggaran 2019,melalui Dana Desa,
Peralatan siar Rakom Ampera FM di perbaharui.

Keberadaan Rakom Ampera ternyata di rasakan manfaatnya oleh warga masyarakat Desa Sekotong Tengah.
"Kami tahu perkembangan informasi virus corona ini dari radio transistor,"kata Amak Bahri,warga Dusun Serero.(sid).