Fokus Berbenah,SMKN 1 Sekotong Dapat Bantuan Pembangun 2 RPS Dari Dana DAK 2020. -->

Fokus Berbenah,SMKN 1 Sekotong Dapat Bantuan Pembangun 2 RPS Dari Dana DAK 2020.

Kim Sekotong
Jumat, 03 Juli 2020

Foto bersama Kepala Sekolah,Camat Sekotong,Kapolsek,Kades Cendi Manik,Babinsa,Ketua Komite,dan para tuan guru usai acara peletakan batu pertama RPS SMKN 1 Sekotong.


Kimsekotong.com,- Fokus pada pengembangan jurusan kemaritiman dan mesin,SMKN 1 Sekotong Kabupaten Lombok Barat,mendapatkan bantuan pembangunan 2 ruang praktek siswa yang akan di gunakan sebagai ruang praktek pada jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI),dan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).

Acara peletakan batu pertama pembanguan gedung tersebut di lakukan pada hari ini,Jum'at 03 Juli 2020 sekitar pukul 16:00 Wita.


Hadir pada saat acara,Camat Sekotong yang di wakili oleh Kasi Trantib,
Saidi,S.Adm,Polsek Sekotong,Babinsa Cendi Manik,Kades Cendi Manik,Fasilitator,Ketua Komite,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat serta para dewan guru SMKN 1 Sekotong.

Pada rangkaian acara yang berlangsung secara singkat dan menerapkan protokol covid 19 tersebut,Plt.Kepala SMKN 1 Sekotong, mengucapkan rasa terima kasih dan mengharapkan agar pembangunan dua ruang belajar tersebut rampung sesuai target yang telah di tentukan,serta berguna bagi proses belajar mengajar di SMKN 1 Sekotong.


"Terima kasih kami ucapkan atas nama keluarga besar SMKN 1 Sekotong atas kehadiran bapak bapak di acara ini.Mudah-mudahan  simbolis batu yang kita letakkan akan menjadi suatu dasar yang kuat bagi anak-anak kita di SMKN 1 Sekotong,sebagai aset dalam melanjutkan kepemimpinan,"
kata Sulman Haris,M.Pdi,dalam sambutannya sekitar 10 menit.

Sedangkan penjelasan terkait pelaksanaan pembangunan 2 ruang praktek siswa tersebut,di sampaikan oleh fasilitator pembanguan RPS,Surywan,ST.

"Alhamdulillah,untuk tahun ini SMKN 1 Sekotong mendapatkan kepercayaan untuk mendapatkan 2 ruang praktek siswa bersumber dari dana DAK 2020.

Dimana masing-masing 1 ruang praktek memperoleh DAK Rp.700 jt.Dan proses pengerjaannya di lakukan secara swakelola,tidak di borong oleh pihak ke tiga,"jelas Suryawan,ST. 


Lebih jauh Suryawan menuturkan, bahwa untuk total dana yang 700 juta, hanya di gunakan untuk kegiatan pembangunan fisik yaitu sebesar kurang lebih 564 juta.Sisa dari dana tersebut di pergunakan untuk biayaPPN,PPH,perencanaan,
pelaporan,dan pengadaan meublair untuk RPS.

"Proses pembangunan RPS mengacu pada dokumen perencanaan yang telah di susun oleh Dikbud Provinsi NTB.Kami sebagai fasilitator bertugas mengawasi Tim Pembangunan Sekolah.Dimana tim pembangunan terdiri dari Tim Pembangunan,Tim Perencanaan,Tim Pengawasan,Pihak Kepala Sekolah,
Bendahara dan Komite Sekolah,"jelas fasilitator. 


Pada kesempatan sambutan sebelumnya,Camat Sekotong yang di wakili Kasi Trantib juga mengharapkan agar proses pembangunan dua ruang belajar tersebut, dapat berjalan dengan lancar dan sesui tenggat waktu,yakni 150 hari kalender.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Kapolsek Sekotong,IPTU I Kadek Sumerta,SH,yang mengharapkan agar dalam proses pelaksanan pembangunan RPS ini mengutamakan transparansi.

"Dengan adanya saling keterbukaan informasi,maka setiap proses pembangunan akan bisa berjalan dengan baik dan lancar,"ucap Kadek Sumerta.

Acara di tutup dengan pembacaan do'a yang di pimpin oleh salah seorang pemuka agama Desa Cendi Manik,TGH.M.Sukran.


Usai acara seremonial,dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pada pondasi masing-masing RPS,di lakukan oleh para tokoh yang telah di tentukan oleh pihak panitia acara.

Dengan adanya dua ruang praktek siswa yakni untuk jurusan NKPI dan TBSM yang di bangun.Pihak sekolah merasa terbantu, karena akan semakin mempermudah siswa SMKN 1 Sekotong dalam proses pembelajaran, serta siap bekerja di dunia usaha dan dunia industri.

"Dalam kegiatan pembangunan RPS ini sudah ada regulasi.Sehingga tanggung jawab kita tidak akan pernah keluar dari regulasi yang sudah di susun,"ujar Kasek SMKN 1 Sekotong,usai acara peletakan.

"Kami berharap dengan adanya dua RPS ini akan mempermudah siswa memahami,
menerapkan kompetensi kompetensi keahlian di setiap pembelajaran.Sehingga nanti peserta didik kami siap pakai ketika masuk di dunia industri dan dunia usaha.Kalau tidak ada RPS ini, tentu agak sulit dilakukan,"kata Sulman Haris.

Selain RPS,menurut Kasek,SMKN 1 Sekotong juga mendapatkan bantuan peralatan penunjang lainnya.

"Selain bangunan kami juga mendapatkan bantuan alat,seperti simulator,jangka peta,dll untuk NKPI,"tuturnya.(sid).