Berapa Pendapatan Parkir Mangrove Sekotong Dalam Sebulan?. Berikut Rinciannya. -->

Berapa Pendapatan Parkir Mangrove Sekotong Dalam Sebulan?. Berikut Rinciannya.

Kim Sekotong
Kamis, 02 Juli 2020



Kimsekotong.com,-Sejak di buka di masa new normal pariwisata Lombok Barat pertengahan juni lalu,pengelola Ekowisata Mangrove Tanjung Batu Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong,berhasil mengumpulkan pundi pundi rupiah dari jasa parkir kendaraan para pengunjung.

Meski tergolong cukup murah,yakni sebesar Rp.3000 rupiah untuk jasa parkir dan tiket masuk.Pengelola tempat wisata yang menawarkan suasana mangrove dan pesisir pantai ini,cukup ramai di datangi para pengunjung dari berbagai daerah di Pulau Lombok.

Ramainya pengunjung terutama pada akhir pekan tersebut,berdampak pada penjualan tiket masuk yang ludes terjual.


"Untuk pendapatan jasa parkir hingga tanggal 28 juni 2020,terdapat pemasukan sebesar Rp.16 juta,"kata Bendahara Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata ) Tanjung Batu Smile Desa Sekotong Tengah,Riki Hardiawan.

Angka pendapatan tersebut di sampaiakan Riki pada laporan mingguan kepada pengurus dan Pemerintah Desa Sekotong Tengah.
Berikut rinciannya :
PEMASUKAN
22/06/20><RP.600.000
23/06/20><RP.400.000
24/06/20><RP.400.000
25/06/20><RP.400.000
26/06/20><RP.300.000
27/06/20><RP.700.000
28/06/20><RP.1.900.000
            TOTAL=4.700.000
PENGELUARAN MINGGU INI
1.KAYU 5X10X3=2BH>RP.120.000
2.KAYU 4X6X4=4BH>RP.140.000
3.SEPANDEK=3LBR>RP.157.000
4.PAKU=RP.20.000
5.PAKU ULIR=RP.10.000
6.BAUT=4BH>RP.28.000
7.PLASTIK SAMPAH=5BH>RP.35.000
8.ADAPTOR=2BH>RP.30.000
9.LAMPU DISKO=4BH>RP.140.000
10.MAP=2BH>RP.16.000
11.SEPIDOL=1BH>RP.2000
12.KABEL TIS=1BH>RP.15.000
13.BAUT MENARA=2BH>RP.25.000
14.TIKET=RP.40.000
15.BENSIN=RP.5000
           TOTAL=783.000
          TOTAL PEMASUKAN
                RP.16.690.000
        TOTAL PENGELUARAN
               RP.3.323.500
                SISA UANG
              RP.13.366.500


Lalu Sarappudin sebagai Kades Sekotong Tengah menyebutkan, bahwa sesuia dengan kesepakatan tentang arah penggunaan dana retribusi parkir yang akan di pergunakan pada beberapa pos anggaran. Di antaranya sebesar 30% untuk pengurus Pokdarwis,20% untuk Bumdes,30% untuk biaya pemeliharaan,20% untuk PADes dan 10% untuk dana sosial.

"Kami sudah melakukan pembahasan tentang arah penggunaan dana retribusi parkir bersama BPD,LPM,Bumdes,Karang Taruna dan juga pengurus Pokdarwis,dengan persentase masing masing sesuai yang telah kami sebutkan,"terang Lalu Sarappudin.

Sementara itu,pihak dinas pariwisata Kabupaten Lombok Barat juga tetap menghimbau kepada para pengelola pariwisata untuk menerapkan Protokol kesehatan covid 19 di setiap lokasi wisata di Lombok Barat.
Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata,H.Saiful Ahkam yang di tulisnya pada
Pokok Pikiran Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat untuk Dua Bulan ke Depan,sebagaimana di kutip dari laman fb Dinas Pariwisata Lombok Barat.
Demikian pokok pokok pikiran Kadis Pariwisata Lombok Barat di masa new normal tourism:

Pasca ditetapkan sebagai pandemi, maka Covid 19 ini menjadi momok untuk semua kawasan, negara, bahkan regional di NTB. Tidak terkcuali di Lombok Barat maka Covid 19 ini tidak hanya menjadi isyu dan masalah kesehatan dan keselamatan jiwa karena pola penularannya yang sangat massif dan rentan, serta tidak berbanding lurus dengan kesiapan Lombok Barat dengan fasilitas kesehatan yang massif dan memadai, tenaga kesehatan yang mencukupi, dan bahkan anggaran yang banyak untuk kesehatan atau dengan ikutannya, yaitu dampaknya secara sosial ekonomi,"tulis Ahkam.(sid).