iklan

Bisnis Alang-Alang "Re" Sekotong,Tembus Pasar Luar Negeri.



Kimsekotong.com -Adalah Munisah (40 th), Warga Dusun Batu Bangke Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong,telah menekuni produksi pembuatan atap alang-alang dimulai dari usaha rumahan.

Alang-alang atau dalam bahasa lokal di sebut "Re", merupakan salah satu bahan penting sebagai atap rumah tradisional masyarakat Sasak Pulau Lombok pada zaman dahulu.Namun kini,alang-alang sebagai atap rumah sudah berganti dengan asbes,seng,spandek atau juga bahan lainnya. Penggunaan alang-alang sebagai atap rumah,mulai jarang di gunakan.

Namun di tangan Munisah,atap Re yang sudah di tinggalkan menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.Keahlian munisah dalam membuat atap alang-alang tersebut terinspirasi ketika menjadi buruh tukang ikat alang alang di Jimbaran Bali.
Sepulangnya dari Bali,ia  melihat prospek usaha alang-alang di kampung halamannya.Alang-alang memang banyak tumbuh di kawasan perbukitan di sekotong.Tak heran jika salah satu bukit alang-alang di Desa Buwun Mas pernah viral sebagai destinasi wisata yang ramai pengunjung.Buwun Mas Hill.
Munisah,pengusaha alang-alang dari pulau lombok. 

Munisah memulai usaha dengan memakai nama Usaha "Alang Alang Harapan" dengan tujuan menjadi harapan warga lokal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Pembuatan atap menggunakan alang-alang disini produksi sendiri," ujar Munisah, di Dusun Batu Bangke Desa Cendi Manik Kec. Sekotong Kab. Lobar.Selasa (23/06/2020).

Pria kelahiran Sekotong, Kabupaten Lobar, ini menyampaikan bahwa yang memesan atap alang-alang tersebut, tak hanya dari sekitar Lombok saja, bahkan sampai luar negeri juga.

Pemesan datang hingga dari luar kota semisal, Bali, Malaysia dan Maladewa.
"Bahkan ada perantara yang beli disini untuk dijual lagi ke Srilanka,"tuturnya.

Munisah menuturkan bahwa usaha pembuatan atap alang-alang tersebut, tak membutuhkan banyak modal.
Pasalnya, bahan baku berupa alang-alang bisa dicari sendiri di sekitar lokasi usaha dan rumahnya. Tetapi, apabila pemesanan dalam jumlah banyak hingga ribuan. Dirinya bersama sang istri memesan alang-alang dari warga lainnya.Ia pun menjual atap alang alang dalam jumlah ribuan ikat.

"Alang-alang kami jual satu ikatnya 10 hingga 15 ribu rupiah. Kalau nyari bahan bakunya sendiri,paling hanya uang bensin,"ujarnya.


Dirinya bersyukur,walaupun di kondisi wabah Covid-19 ini usahanya sedikit terkena dampak.Paling tidak 2 mobil bak terbuka sudah terkirim ke pembeli, dimana satu kali angkut bak terbuka 2.500 lembar.

"Dalam dua minggu bisa menjual 2,5 juta rupiah. Tapi kalau sepi dalam seminggu hanya ratusan yang laku,"tuturnya.

Belum ada Komentar untuk "Bisnis Alang-Alang "Re" Sekotong,Tembus Pasar Luar Negeri. "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel