Penerima BLT DD Di Desa Sekotong Tengah,Kembalikan Bantuan Karena Dobel Dengan BST. -->

Penerima BLT DD Di Desa Sekotong Tengah,Kembalikan Bantuan Karena Dobel Dengan BST.

Kim Sekotong
Kamis, 11 Juni 2020



Kimsekotong.com,-Sebanyak 40 lebih warga penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, mengembalikan bantuan yang diterimanya sebesar Rp.600.000.
Bantuan tersebut di kembalikan oleh  para penerima yang mendapatkan bantuan dobel dari  Kementrian Sosial RI, yaitu BST (Bantuan Sosial Tunai).
Pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST)  dari Kemensos di Kantor Pos Sekotong. 
Para penerima bantuan dobel tersebut mengembalikan secara sukarela, dan di serahkan  kepada warga yang belum mendapatkan bantuan.

Hal tersebut juga berdasarkan  instruksi Kepala Desa Sekotong Tengah,yang memerintahkan para kepala dusun agar melakukan pengalihan/penggantian bagi warga yang menerima dobel.

Dengan demikian tidak ada kecemburuan sosial antar warga dan juga bertujuan agar bantuan dapat dinikmati oleh warga secara merata.
Pencairan BLT DD Di Desa Sekotong Tengah

"Karena BST  bersumber dari Kementrian Sosial RI,pencairannya juga belakangan dari BLT DD,maka terdapat banyak penerima BST yang dobel dengan BLT DD.Agar tidak timbul penerima manfaat yang dobel, kami sudah instruksikan kepada para kadus untuk mendata dan membuatkan berita acara penggantian penerima BLT DD,"ungkap Lalu Sarappudin,Kepala Desa Sekotong Tengah,di kantornya.Selasa (09/06/2020).

Adapun mekanismenya adalah,para penerima BLT DD yang namanya terdaftar sebagai penerima BST menyerahkan uang yang di terimanya dari BLT DD kepada warga yang telah di tetapkan sebagai penggantinya.Adapun daftar nama pengganti telah di usulkan serta di verifikasi dan di tetapkan melalui musyawarah desa khusus bersama BPD.

Sebab pada pencairan BST Tahap 2 di lakukan di kantor pos sekotong pada tanggal 5 hingga 7 Juni 2020.
Sedangkan BLT DD Tahap 2 di desa ini, di salurkan pada tanggal 9 juni 2020.

"Jika tidak dilakukan pengalihan atau penggantian,maka para penerima yang dobel akan menerima sebesar Rp.1.200.000,yang Rp.600.000 dari BST dan Rp.600.000 dari BLT DD.Jika di biarkan,hal ini tentu akan menimbulkan kecemburuan sosial bagi warga yang lain,"beber Lalu Sarappudin kepada KIM Sekotong.com.

Berdasarkan rekapan data penerima bantuan sosial di Desa Sekotong Tengah,di antara 2.654 KK,terdapat
602 KK penerima BPNT,595 KK Mendapat PKH,284 JPS Kab.Lobar,54 KK JpS NTB Gemilang,388 Penerima BLT DD,254 BST Kemensos RI dan BPNT Perluasan sebanyak 102 KK.
Pembagian JPS NTB Gemilang
"Karena penyaluran bantuan dari masing masing sumber tidak di lakukan serentak,ini yang menyebabkan terjadinya istilah yang satu "Nganget" dan yang lainnya "Ngengat"(yang satu dapat yang lain cuma menonton:red),"kata Muhamad Rasid,Sekdes Sekotong Tengah.

Selain itu,Rasid juga menjelaskan bahwa kouta yang di terima pemerintah desa pada setiap bantuan juga terbatas.

"Jadi enggak bisa kalau semua KK terima BLT DD,atau BST,atau juga bantuan bantuan lainny.Karena jumlah yang menerima pada masing-masing sumber sudah di tentukan jumlahnya oleh keputusan yang ada,"jelasnya.

Penulis KIM Sekotong tersebut juga mengapresiasi kebijakan kepala desanya yang dengan tegas memerintahkan,untuk mengalihkan langsung bantuan bagi warga yang menerima dobel.
Pembagian JPS Lombok Barat

Terkait mekanisme  penggantian atau pengalihan bantuan bagi warga yang menerima dobel tersebut,DPMD Lombok Barat memberikan saran.

"Ya,bisa dilakukan pergantian baik BLT DD ataupun BST yang diganti.
Adapun mekanismenya,tetap melalui musyawarah khusus.Sedangkan untuk penggantian BST,silahkan bisa komunikasi ke Dinsos Lombok Barat,"jelas Maryuki,ST,Kasi PMD DPMD Kab.Lombok Barat.(sid).