MANUSIA DAN KEISTIMEWAANNYA,BERFIKIR. -->

MANUSIA DAN KEISTIMEWAANNYA,BERFIKIR.

Kim Sekotong
Sabtu, 06 Juni 2020

Asrorudin,Mahasiswa Universitas Hasyim Asy'ari Jombang Jawa Timur.Asror berasal dari Desa Buwun Mas Kec.Sekotong Kab.Lombok Barat-NTB. 

Oleh : Asrorudin

Bukan Nafsu,sebab kesitimewaan manusia diabadikan dalam kitab suci tuhan, tapi akal fikiran.

Pernahkah anda memikirkan bahwa anda tidak ada sebelum dilahirkan ke dunia ini, dan anda telah diciptakan dari sebuah ketiadaan ?

Pernahkah anda berfikir bagaimana bunga yang setiap hari anda lihat di ruang tamu, yang tumbuh dari tanah yang hitam, ternyata memiliki bau yang harum serta warna-warni ?

Pernahkah anda memikirkan seekor nyamuk, yang sangat mengganggu ketika terbang mengitari anda, mengepakkan sayapnya dengan kecepatan yang sedemikian tinggi sehingga kita tidak mampu melihatnya ?

Pernahkah anda berfikir bahwa gempa bumi mungkin saja datang secara tiba-tiba ketika anda sedang tidur, yang menghancur luluhkan rumah, kantor, dan kota anda hingga rata dengan tanah.Dan dalam tempo beberapa detik saja,anda pun kehilangan segala sesuatu yang anda miliki di dunia ini ?

Pernahkah anda berfikir, bahwa kehidupan anda berlalu begitu cepat. anda pun menjadi tua dan lemah, dan lambat laun kehilangan ketampanan dan kecantikan, kesehatan dan kekuatan anda ?

Pernahkah anda memikirkan bahwa suatu hari nanti, malaikat maut yang diutus tuhan akan datang menjemput, untuk membawa anda meninggalkan dunia ini ?

Jika demikian, pernahkah anda berfikir mengapa manusia demikian terbelenggu oleh kehidupan dunia yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan, dan yang seharusnya mereka jadikan sebagai ladang tempat bekerja keras dalam meraih kebahagiaan hidup di akhirat ?

Manusia dengan begitu istimewanya sebagai mahluk yang dilengkapi tuhan sarana berfikir. Namun sayang, kebanyakan dari mereka tidak menggunakan sarana yang teramat penting ini sebagaimana mestinya. Bahkan pada kenyataannya,sebagian manusia hampir tidak pernah berfikir.

Sebenarnya, setiap orang memiliki tingkat kemampuan berfikir yang seringkali ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika mulai menggunakan kemampuan berfikir tersebut, fakta-fakta yang sampai sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat laun mulai terbuka di hadapannya. Semakin dalam ia berfikir, semakin bertambahlah kemampuan berfikirnya, dan hal ini mungkin sekali berlaku bagi setiap orang.

Harus disadari bahwa tiap orang mempunyai kebutuhan untuk berfikir, serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin. Manusia dengan keistimewaan yang dianugrahkan tuhan padanya berupa akal fikiran, tentu harus mampu memanfaatkannya dengan berfikir juga sebagaimana mestinya.

BERFIKIR MENDALAM
Banyak yang beranggapan bahwa untuk berfikir secara mendalam,perlu memegang kepala dengan kedua telapak tangannya, dan menyendiri di sebuah ruangan yang sunyi, jauh dari keramaian dan segala urusan yang ada. Sungguh, mereka telah menganggap berfikir secara mendalam sebagai sesuatu yang memberatkan dan menyusahkan. Mereka berkesimpulan, bahwa pekerjaan ini hanyalah untuk kalangan filosof.

Tuhan juga dengan kebesarannya memberikan anugrah itu untuk manusia, agar mampu menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya.

 Berfikir dan merenung tentu tidak hanya akan dilakukan manusia dalam keadaan yang berat, atau sebuah kondisi yang tepat. Dalam kesusahan atau sebuah kehilangan, bahkan dalam kesenangan dan keadaan yang baik pun, harusnya manusia mampu melakukan keduanya. Sebaliknya, orang-orang yang tidak mau berusaha untuk berfikir mendalam akan terus menerus hidup dalam kelalaian yang sangat, ketidakpedulian, kecerobohan, dan menghiraukan. Kelalaian manusia yang tidak berfikir adalah akibat melupakan atau secara sengaja tidak menghiraukan tujuan penciptaan diri mereka sendiri.

BERFIKIR DIMANAPUN DAN KAPANPUN
Berfikir tidaklah memerlukan waktu, tempat ataupun kondisi khusus. Seseorang dapat berfikir sambil berjalan di jalan raya, ketika ia pergi ke kantor, mengemudi mobil, bekerja di depan computer, sambil bercanda dengan teman-teman ataupun ketika sedang jatuh cinta.

Berfikir tentu harus dimaknai sebagai salah satu cara menysukuri nikmat tuhan yang telah diberikan, agar tidak menjadi sebuah kesusahan atau tanggungan untu diri sendiri.Sebab nyatanya,berfikir memang mudah. Dan kapanpun serta dimanapun kita bisa lakukan sesuka hati, dan tentu dengan berpikir yang membangun diri serta mampu menciptakan hal-hal baru yang mengesankan.

 Sebab sering kali ketidakmampuan manusia dalam mengendalikan pikiran ke arah yang yang baik,akan mengakibatkan seseorang seringkali merasa khawatir atau mengalami peristiwa-peristiwa yang sebenarnya belum terjadi seolah-olah terjadi dalam benaknya.Terseret dalam kesedihan, kekhawatiran dan ketakuan dan mungkin bisa kita sebut sebuah khyalan yang tidak bermanfaat.