Jurusan Kemaritiman,Icon Baru SMKN 1 Sekotong Lombok Barat. -->

Jurusan Kemaritiman,Icon Baru SMKN 1 Sekotong Lombok Barat.

Kim Sekotong
Jumat, 26 Juni 2020

Gedung SMKN 1 Sekotong Kabupaten Lombok Barat. 


Kimsekotong.com,-Sebagai salah satu negara maritim dengan dua pertiga luas wilayahnya adalah perairan. Indonesia memiliki potensi kemaritiman yang cukup besar.Negara kita memiliki biota laut yang melimpah,letak yang strategis,dan garis pantai yang indah.
Semua itu membutuhkan SDM yang handal untuk mengolahnya menjadi berkah. 

Demikian pula yang terdapat di wilayah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat.Kecamatan yang terletak di ujung barat Pulau Lombok ini,dikenal sebagai salah satu destinasi andalan dalam bidang wisata bahari,dan juga memiliki potensi laut yang meruah.  
Tetapi semua potensi sumber daya bahari tersebut,belum di kelola secara maksimal.
 
Itulah yang menjadi salah satu alasan pihak sekolah SMKN 1 Sekotong merubah haluan.Semula merintis  jurusan pertambangan,kini menjadikan Jurusan NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan)  sebagai icon baru yang di kembangkan. 
Plt.Kepala SMKN 1 Sekotong,Sulman Haris,M.Pdi saat di wawancarai di kantornya.Jum'at (26/06/2020).

"Potensi kemaritiman di Kecamatan Sekotong ini sangat besar sekali untuk di kembangkan.Saya berfikir bahwa sekotong ini awalnya adalah daerah terpencil,kering dan terbelakang.Tetapi kini saya melihatnya sebagai suatu daerah yang banyak potensi alamnya yang belum di eksplore.Seharusnya SDM Sekotong ini bisa luar biasa,"kata Plt.Kepala Sekolah SMKN 1 Sekotong,Sulman Haris,S.Ag,M.Pdi, kepada KIM Sekotong saat di temui di kantornya.Jum'at (26/06/2020).

Dan sebagai seorang kepala sekolah yang baru saja di tugaskan di sekotong,ia menyebutnya sebagai suatu kebetulan yang tidak pernah di rencanakannya. 

"Saya orang baru di sini pak, sekotong yang saya tahu itu dari tahun 1995,adalah sesuatu yang luar biasa. Kenapa saya ke sini ?,sejarahnya sangat unik.Saya kan ketua MGP SMK tidak tau ada guru bina kawasan di sini.Saya bertekad senin atau sabtu saya akan datang ke sekotong,
Ternyata subhanallah,jum'at saya terima SK Plt di SMKN 1 Sekotong.Betul saya kesini, Ini seperti sesuatu yang terjadi di luar nalar,"tuturnya. 
Meski demikian,sebagai Abdi negara ia bersedia untuk di tempatkan dimana saja,dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara. 

"Saya kesini,walaupun plt bahasanyanya,tetapi saya adalah pelayan.Saya bukan siapa siapa tanpa anda.Itu adalah prinsip kerja,"ungkap pria kelahiran Sakre Lombok Timur 1972 ini. 

Ketika ditanya tentang jurusan kemaritiman di SMKN 1 Sekotong,Sulman menyebutnya sangat prospek untuk di kembangkan sebagai salah satu jurusan di lembaga yang di pimpinnya. 

"Sesungguhnya bukan maunya SMK,ini adalah program pemerintah pusat,Dikbud Provinsi NTB terkait dengan  revitalisasi SMK.Karena disini wilayahnya banyak laut,jadi kami di arahkan ke bidang kemaritiman,"jelas ketua AGPAI (Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam) Provinsi NTB tersebut.

Melihat potensi SDA bidang kelautan di Kecamatan Sekotong yang cukup besar,pihak SMK Sekotong telah berupaya untuk membenahi sarana dan prasarana belajar maupun praktek lapangan.Salah satu yang sudah di punyai adalah perahu kapal dengan kapasitas 30 ton dan sudah mulai beroperasi. 
Kapal kayu yang diberi nama KM.Handayani 03 tersebut,kini bersandar di Pesisir Labuan Tereng Teluk Lembar Lombok Barat. 

"Selain NKPI ada jurusan baru yang kami buka yakni ABHP (Agro Bisnis Hasil Perikanan), Sehingga bisa nyambung dengan jurusan yang sudah ada,"jelasnya kembali.
Pada kesempatan yang sama,Waka Kurikulum SMKN 1 Sekotong,
Sukirno,S.Pd,juga menjelaskan tentang latar belakang serta peluang di bukanya jurusan Kemaritiman di sekolah kejuruan ,yang berlokasi tepat di pinggir jalan Raya Lembar- Sekotong ini. 

"Pada awalnya SMKN 1 Sekotong membuka jurusan Pertambangan,tetapi lambat laun pertambangan mulai meredup,akhirnya kami mencoba mengalihkan ke jurusan lainnya yakni NKPI,"jelas Sukirno,S.Pd.

Dengan di bukanya jurusan NKPI di SMKN 1 Sekotong,para guru memiliki tantangan,yaitu tidak adanya tenaga pengajar.Namun dengan meminjam guru SMK Pelayaran Lembar,sedikit demi sedikit jurusan ini mulai berjalan dan di minati para siswa SMKN 1 Sekotong. 

"Terdapat 12 orang siswa angkatan pertama yang mengambil jurusan NKPI.Itupun harus melalui proses seleksi.Dan pada awalnya kami kebingungan mencari guru,karena basis kami bukan pelayaran.Kami cari kemana-mana,"tutur Pak Kirno.

Susahnya mencari tenaga pengajar pada jurusan pelayaran,menurut dia, adalah karena tidak adanya minat untuk mengajar sebagai guru. 

"Sebenarnya banyak sarjana yang lulusan pelayaran,tetapi tidak ada yang mau mengajar.Karena berapa sih sih honor menjadi guru, apalagi yang masih honor, jika di bandingkan dengan bekerja di bidang pelayaran," ucapnya menyebut alasan sulitnya mendapatkan guru di bidang pelayaran. 

Untuk metode belajar di SMK 1 Sekotong,Pihak sekolah lebih mengedepankan praktek daripada teori.yaitu dengan perbandingan 30% teori dan 70% praktek.

Dengan di bukanya jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan tersebut,terlebih dengan besarnya peluang bekerja di bidang pelayaran, telah menarik minat siswa untuk belajar di SMKN 1 Sekotong. 

"Sampai saat ini baru 70 siswa yang sudah mendaftarkan diri,dari target semula sebanyak 40 orang,"jelasnya. 

Sementara untuk peluang kerja lulusan NKPI,pihak sekolah menyebutkan sudah ada prosfek yang cerah. 

"Alhamdulillah,siswa jurusan NKPI yang mau naik kelas 3 sekarang ini,setelah pulang praktek pelayaran,ada dunia industri yang mau merekrut.Cuma mereka masih harus menyelesaikan dulu proses belajarnya,"kata Waka Kurikulum. 

Sedangkan terkait zonasi sekolah,Kepala Sekolah menyebutkan tidak ada zonasi.
"Silahkan,siswa darimana saja boleh mendaftar di SMKN 1 Sekotong.Tidak ada ada zonasi,"tandas Sulman Haris,menutup perbincangan.(sid).