iklan

Jika Obat Corona Itu Adalah Kebahagiaan.


Oleh :Muhamad Rasid-Penulis KIM Sekotong

Saya berfikir ketika membaca pernyataan seorang dokter yang di kutif oleh seorang awak media,bahwa obat corona itu tidak ada,obatnya adalah kebahagiaan.

Mungkin dokter tersebut benar,bisa juga salah.
Beberapa netizen pun ragu akan obat yang di tawarkan oleh sang dokter.
Ragu karena di mana kita bisa membeli kebahagiaan?
Berbeda misalnya kalau obatnya adalah paracetamol,antalgin,susu kuda liar,madu trigona,atau sembek belian nganak.
Tersedia di apotik dan rumah sakit.

Tetapi ke bahagiaan,dimana mendapatkannya?

Kakek saya di rumah mengatakan,bahwa beliau bahagia kalau pagi hari di seduhkan kopi,mengunyah sirih dan menghisap rokok lendong jagung dengan tembakau hitamnya.

Yang lain mengatakan,bahwa di bahagia ketika pagi hari melihat istrinya berambut basah,sambil membawakan sepiring ubi goreng hangat di sertai segelas susu madu.

Sebagaimana juga saya,akan bahagia jika tugas tugas kantor terselesaikan dengan baik,sesuai waktu yang di tentukan.meski tak bahagia karena setiap bulan gaji habis di porot setoran bank.

Di manakah kebahagiaan menurut anda?

Jikapun nanti virus corona tak kunjung landai,pasien positif tak banyak yang sembuh.

Mungkin obat bahagia itu,belum di temukan?

Belum ada Komentar untuk "Jika Obat Corona Itu Adalah Kebahagiaan. "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel