Kangkung Lombok,The King Kang Kung Dunia. -->

Kangkung Lombok,The King Kang Kung Dunia.

Kim Sekotong
Sabtu, 29 Februari 2020


Tak salah,jika anda berkunjung ke Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat.
Menyebut Pelecing Kangkung adalah seperti menyebut Gunung Rinjani.Saking terkenalnya.
Pelecing kangkung,siapapun pasti bisa membuatnya di Pulau Lombok.
Dan salah satu bahan wajib membuat pelecing adalah kangkung.
Bukan pelecing jika tanpa kangkung
Begitu pula sambal,tak di sebut sambal jika tak pedas.
Kangkung dan sambal adalah dua sejoli yang rela berkolaborasi menjadi pelecing.
Mengapa pelecing begitu di gemari di pulau lombok?.
Bisa jadi,karena kangkungnya yang super duper nikmat.
Kangkung Lombok adalah King Of Kangkung.
Atau bisa jadi,karena sambal lombok yang memang sepedas namanya.
Kangkung bisa tumbuh hampir diseluruh wilayah Indonesia dan Asia pada umumnya.Namun tidak semua kankung mempunyai kualitas dan rasa yang baik seperti kangkung yang hidup di daerah Lombok Nusa Tenggara Barat. Secara fisik kangkung Lombok sangat mudah dikenali dari bentuknya yang tampak sangat gemuk hijau dan terlihat segar. Kangkung Lombok ini tidak elastis dan cepat patah.Panjangnya bisa mencapai 30-40cm.
Daunnya juga cukup lebar dan hijau.Kangkung Lombok dibudidayakan disawah yang mempunyai ketersediaan air tinggi, juga di sungai dan saluran irigasi. Pada musim kemarau tiba,harga kangkung Lombok biasanya naik. Hal ini di sebabkan karena kangkung semakin sulit dijumpai di pasar akibat  lahan kangkung mulai mengering.
Pada saat musim kangkung,harga seikat atau sepesel (Sasak:red) berkisar antara Rp.1.500-Rp.2000/ikat.
Satu ikat kangkung terdiri dari 15-20 Batang kangkung.
Jika musim kemarau,kangkung di hargai Rp.3000-Rp.4000/ikat.